Breaking News:

Pemkot Yogya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Simpang Tugu

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas seiring proyek revitalisasi kawasan tugu

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Azka Ramadhan
Proyek revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih, Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas seiring proyek revitalisasi kawasan tugu yang saat ini masih berlangsung.

Hal tersebut, untuk mengantisipasi kejadian bus terperosok ke lubang galian proyek Senin (19/10/2020) lalu terulang kembali.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Windarto mengatakan, sampai kejadian kemarin, pihaknya memang sama sekali belum menyiapkan rekayasa lalu lintas di simpang empat tugu.

Pasalnya, kondisi jalan dinilai masih sanggup untuk dilalui arus kendaraan.

Baca juga: Rambu Lalin Sebelum Memasuki Area Proyek Revitalisasi Kawasan Tugu Bakal Ditambah

"Secara umum tidak ada rekayasa lalu lintas atau penutupan sementara. Kita memandangnya selama ini masih mampu, masih cukup untuk manuver kendaraan dan sebagainya," ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, bus yang datang dari arah utara atau Jalan AM Sangaji, terlalu mepet saat bermanuver untuk berbelok ke timur.

Sehingga, ban belakangnya pun selip, tererosok ke lubang galian proyek.

Namun, sampai sejauh ini, Dishub belum mendapat laporan terkait awal kejadiannya.

"Detail kejadiannya memang kita belum dapat laporan ya, kan bisa saja bus yang kemarin itu terperosok karena ingin mendahului kendaraan lainnya. Karena lewat di jalan yang sedang dikeduk, pasti selip lah busnya," terangnya.

Windarto pun memastikan, supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali, pihaknya bakal menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk kendaraan besar yang melintas di simpang tugu.

Baca juga: Ormas Minta Pedemo Lanjutan Tolak Omnibus Law Sampaikan Aspirasi dengan Damai

Lanjutnya, Dishub akan menjalin koordinasi dengan Dinas PUPKP, agar proyek dan arus arus lalin tak terganggu.

"Kita akan bicara dengan PU untuk mengatur itu. Dalam arti, kalau memang masih ada potensi bus lewat, harus disediakan ruas khusus agar manuvernya lancar. Nanti ruas di sebelah mana akan kita bahas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bus pariwisata lepas kendali hingga roda belakang sisi kiri anjlok ke satu di antara lubang galian proyek di kawasan tugu, Senin (19/10/2020).

Bus yang berisikan 15 penumpang itu, melaju dari utara menuju sebuah hotel di sekitar Jalan Jenderal Sudirman,

Akibat insiden kecelakaan tersebut, bodi bagian belakang bus bernomor polisi K 1726 DD itu mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa, atau luka-luka dalam kejadian nahas ini. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved