83 Instansi di Bantul Sudah Gunakan Cash Management Sistem  

Sebanyak 83 Instansi di Lingkungan Pemkab Bantul Sudah Gunakan Cash Management Sistem  

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) DIY menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Sinergi Akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemda dan Pengukuhan TP2DD Pemda Bantul.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas akseptasi dan mempercepat digitalisasi transaksi ekonomi dan efisiensi pengelolaan transaksi.

Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, R Agus Trimurjanto, mengatakan  pihaknya berupaya untuk pencapaian penerapan teknologi, mengembangkan inovasi produk, dan perluasan channel pembayaran di lingkup Pemkab Bantul.

Adapun Tahapan elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP) Kabupaten Bantul berada dalam tahap 3 (ekspansi), maka dari itu Bank BPD DIY siap bersinergi meraih tahapan selanjutnya yaitu Integrasi Data Transaksi Keuangan.

Ia menerangkan, sejauh ini digitalisasi transaksi Pemkab Bantul dari sisi pengeluaran ialah Cash Management Sistem (CMS).

"Sampai dengan  September 2020 terdapat 83 instansi di Bantul yang menggunakan CMS.

Selanjutnya CMS akan dikembangkan untuk lingkungan pendidikan agar memudahkan sekolah untuk mengelola keuangannya," ujarnya Selasa (20/10/2020).

Baca juga: BPD DIY Syariah Dukung Pengembangan Pendidikan Agama di Pondok Pesantren

Baca juga: Bantul Berada di Urutan ke-2 di DI Yogyakarta dalam Hal Capaian Elektronifikasi

Sementara dari sisi transaksi penerimaan, Bank BPD DIY mendigitalisasi berbagai penerimaan daerah seperti PBB, Pajak Daerah, Pajak Kendaraan bermotor (E-Samsat), E Retribusi.

Transaksi tersebut dapat dilakukan melalui Mobile Banking Bank BPD DIY, Laku Pandai, ATM, EDC, QRIS. Selain itu Bank BPD DIY bekerjasama dengan Fintech, e-commerce, dan lain-lain.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan terhadap Bank Indonesia dan BPD DIY atas peran serta dalam digitalisasi dan kontribusi terhadap sektor UMKM Kabupaten Bantul.

Ia menilai, digitalisasi merupakan sebuah kebutuhan dan bukanlah sebuah tren semata.

Dan pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk percepatan transformasi digital, mengubah kegiatan atau transaksi offline menjadi online serta perbaikan tata kelola daerah yang akan mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah Bantul.

"Kolaboritas ini akan meningkatkan layanan dalam rangka mendukung Bantul dan cita-cita pemerintah dalam mendukung ekosistem digital," tuturnya.(Tribunjogja/Santo Ari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved