Bantul Berada di Urutan ke-2 di DI Yogyakarta dalam Hal Capaian Elektronifikasi

Langkah ini dalam rangka melakukan akselerasi elektronifikasi, dan menyusun strategi yang terarah guna mendapatkan manfaat

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kepala KPw DIY, Hilman Tisnawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Bantul, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (KpwBI DIY) dan Bank BPD DIY bersepakat untuk melaksanakan kerja sama dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan program-program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETP) dan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah Kabupaten Bantul.

Langkah ini dalam rangka melakukan akselerasi elektronifikasi, dan menyusun strategi yang terarah guna mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari perkembangan layanan digital di wilayah Bantul.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan mengatakan dalam mempersiapkan Pemda menghadapi era digital, serta menciptakan pelayanan yang transparan guna mencegah adanya praktek korupsi, Bank Indonesia DIY mendorong seluruh Pemda di DIY agar lebih mengembangkan pola pembayaran non tunai dalam hal belanja dan pendapatan daerah.

Pengembangan pembayaran non tunai yang dilakukan setiap Pemda diukur melalui Indeks Capaian Elektronifikasi (ICE).

Hilman mengungkapkan, saat ini nilai ICE Pemda Bantul memiliki poin sebesar 3,76 poin (maks.5) dan telah mencapai tahap 3 (tahap ekspansi).

"Bantul menjadi urutan ke-2 di Provinsi DIY dalam hal capaian elektronifikasi setelah Sleman," ujarnya saat penandatanganan MoU terkait ETP dan Digitalisasi Daerah, Selasa (20/10) di Hotel Dafam, Bantul.

Adapun salah satu bentuk konkrit dari kerja sama penandatanganan MoU ini adalah dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pengembangan, Percepatan Program Elektronifikasi untuk menyamakan persepsi terkait ETP.

Pesertanya adalah OPD Penghasil Pendapatan dan OPD terkait lainnya.

Kegiatan dimaksud juga menjadi momentum Pemda Bantul untuk lebih mengembangkan dan mengakselerasi percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemda melalui kanal QRIS dan E-commerce.

Selain melakukan penandatanganan kerjasama, Pjs Bupati Bantul juga mengukuhkan susunan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kabupaten Bantul.

TP2DD Bantul merupakan tim tercepat ke-3 yang diresmikan di Nasional setelah Sleman dan Kediri.

Tim tersebut langsung diketuai oleh Bupati dan memiliki ketua pelaksana yaitu Sekretaris daerah dan beranggotakan sebagian besar kepala-kepala OPD.

"Tim dimaksud akan bertugas melakukan pengumpulan data dan informasi terkait elektronifikasi, melakukan analisis dan identifikasi permasalahan serta menyusun rekomendasi kebijakan, strategi dan rencana aksi terkait ETP," tutupnya. (nto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved