Breaking News:

Petani Paliyan Gunungkidul Kembangkan Agrowisata, Modal Rp 30 Juta Hasilkan Keuntungan Ratusan Juta

Sejak mulai dikembangkan, konsep agrowisata memang terbukti membawa dampak berlipat.

Tribunjogja/ Alexander Ermando
Semangka yang ada di lahan Agro Klayar. Tampak di latar belakang pengunjung yang sibuk memilih-milih semangka. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejak mulai dikembangkan, konsep agrowisata memang terbukti membawa dampak berlipat.

Tak hanya sisi pendapatan warga, tetapi juga mutu hasil pangan yang ditanam juga ikut berkembang.

Hal itu pula yang mendorong Budi Susilo, petani muda asal Kalurahan Pampang, Paliyan, Gunungkidul.

Ia berkeinginan mengembangkan konsep serupa di sini.

"Awalnya agrowisata saya kembangkan di Pampang. Setelah ada masukan, saya coba kembangkan lagi di Klayar," tutur Budi di Pedukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar pada Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Bupati Gunungkidul Ikut Panen Semangka di Agro Klayar Nglipar

Baca juga: Dihantam Pandemi, Fokus Penanganan Stunting di Gunungkidul Terbagi

Menurutnya, ada banyak faktor pendukung yang membuat Klayar bisa dikembangkan sebagai agrowisata. 

Di antaranya ketersediaan air yang melimpah, kualitas tanah yang baik, hingga sumber daya manusia (SDM) tersedia.

Namun Budi menyayangkan belum ada inisiatif warga untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Padahal, jika dimanfaatkan secara optimal, hasilnya jelas akan menguntungkan bagi mereka.

"Selama ini mereka ya menanam secara konvensional, akhirnya saya coba berikan contoh bagaimana agar bisa dikembangkan secara keatif dan inovatif," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved