Penanganan Covid

Kadisdik Klaten: Sepekan Uji Coba Belajar Tatap Muka Berlangsung Lancar

Sepekan sudah proses uji coba belajar tatap muka terbatas di 5 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Klaten

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sepekan sudah proses uji coba belajar tatap muka terbatas di 5 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Klaten dilaksanakan.

Adapun 5 SMP yang mendapat izin menggelar uji coba belajar tatap muka yakni, SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Kebonarum, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 2 Kemalang dan SMPN 1 Gantiwarno.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyatno mengklaim tidak menemukan kendala pada pekan pertama proses uji coba belajar tatap muka terbatas tersebut dilakukan.

Baca juga: Pemkot Yogya Izinkan Sekolah Buka Konsultasi Belajar Tatap Muka dengan Skala Sangat Terbatas

Baca juga: Bantu Proses Pembelajaran di Tengah Pandemi Melalui Program Kampus Mengajar Perintis

"Sejauh ini tidak ada kendala berarti, semua berjalan lancar. Dukungan dari kecamatan, puskesmas, polsek dan koramil juga bagus," ujarnya pada Tribunjogja.com, Jumat (16/10/2020).

Menurut dia, selama sepekan proses uji coba belajar, juga tidak ada satu siswa pun dari 5 SMP yang mengelar belajar tatap muka disuruh pulang karena suhu badan lewat dari 38 derajat celcius.

"Tidak ada yang sampai disuruh pulang karena suhu tubuh. Jadi anak-anak kalau sakit mereka sudah tidak datang ke sekolah," katanya.

Ia juga mengatakan jika, antusiasme dari siswa-siswi di Klaten untuk belajar tatap muka cukup tinggi karena pada pekan pertama ini jumlah kehadiran siswa cukup bagus.

Baca juga: Update Tol Yogyakarta-Solo, Lahan dari 4 Kecamatan di Klaten Rampung Diukur

Baca juga: Pjs Bupati Klaten Harap Identifikasi Lahan Tol Yogya-Solo di Klaten Selesai Sebelum Akhir Tahun Ini

Kemudian, kata Wardani, proses uji coba belajar tatap muka di 5 SMP tersebut akan diperpanjang selama satu minggu kedepan.

"Proses ini akan kita perpanjang satu minggu lagi, jika prosesnya tetap baik seperti pekan pertama ini kita masuk ke skema lanjutan, yakni satu kecamatan satu sekolah," katanya.

Pada skema satu kecamatan satu sekolah itu, dipaparkan Wardani, jumlah siswa perkelas akan ditingkatkan menjadi 16 siswa.

Sebab, pada 5 SMP yang menggelar ujicoba belajar tatap muka terbatas siswa perkelas maksimal hanya 10 siswa.

"Jika lanjut, kita akan masuk ke skenario ke tiga. Yakni jumlah siswa perkelas yakni 16 siswa dengan waktu belajar 6 jam perhari," paparnya. (Mur)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:

- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved