Yogyakarta

Berkunjung ke Kepatihan, Menkominfo RI Janjikan 41 Titik Blankspot di Yogyakarta Segera Teratasi

Johnny G Plate ingin menjadikan Yogyakarta sebagai satu dari beberapa pusat persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) digital.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G Plate saat berkunjung ke Kepatihan untuk menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X, Jumat (16/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G Plate berkunjung ke Kepatihan untuk menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X membahas percepatan digitalisasi dengan menyiapkan talenta digital, untuk generasi muda.

Dalam kunjungannya, Johnny ingin menjadikan Yogyakarta sebagai satu dari beberapa pusat persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) digital.

Sayangnya hal itu tidak sebanding dengan kondisi di Kabupaten Gunungkidul yang saat ini terdapat 41 titik blankspot atau belum terjangkau internet 4G.

Sekjen Partai Nasdem ini pun mengakui hal itu.

Baca juga: Situs Informasi Pemda DI Yogyakarta Rentan Disusupi Cyber Crime

Dirinya menargetkan pada 2022 mendatang, pemerintah pusat menjamin tidak ada lagi wilayah di Indonesia yang blankspot, khususnya di wilayah DIY.

Langkah percepatan pembangunan infrastruktur berupa akses internet ini pun telah dimulai.

"Tentu harus dilakukan pendekatan dari hulu ke hilir. Artinya kami akan memeriksa wilayah pelayanan adiministrasi pemerintahan terdepan yakni desa dan kecamatan," katanya usai bertemu Sri Sultan HB X.

Dari data terkini, Kominfo RI mencatat masih ada 12.548 Desa di Indonesia yang belum terjangkau internet. Sebanyak 41 di antaranya desa di wilayah DIY.

Sementara total desa yang dipercepat pembangunan internet di Indonesia sebanyak 82.218

Ia menargetkan, 2021 hingga 2022 mendatang 12.548 desa tersebut dapat teraliri internet, termasuk desa yang berada di wilayah DIY.

Baca juga: Kisah Guru di Bantul, Rela Sambangi Rumah Muridnya Lantaran Prihatin Susah Sinyal

"Kami berharap Kominfo dengan perusahaan komunikasi bisa bekerja sama dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh desa dapat teraliri internet," tegasnya.

Persiapan SDM digital sulit diraih apabila infrastruktur penunjang yakni akses internet tidak tersambung merata.

Johnny pun mengakui, kebutuhan pelajar saat ini merupakan akses internet yang memadai untuk kegiatan belajar via dalam jaringan (daring).

"Kami paham ada 41 titik di Jogja yang butuh layanan cepat 4G agar proses digitalisasi kegiatan belajar bisa dilakukan sesegera mungkin. Kami akan tindak lanjuti itu segera," tegasnya.

Sebagai pengingat pada Mei lalu, sempat diberitakan seorang siswa SMP asal Desa Petir, Kecamatan Rongkop Kabupaten Gunungkidul, bernama Alodia Daffa Sinanta mengeluhkan sulitnya akses internet di tempatnya.

Ia harus menempuh medan cukup jauh ke kawasan lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved