Breaking News:

Aksi Tolak Omnibus Law

670 Personel Brimob Kepolisian Akan Diterjunkan untuk Amankan Unjuk Rasa di Kota Magelang

Sebanyak 670 personel dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng akan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa Selasa (13/10/2020).

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ilustrasi. Personel Brimob Polda Jateng berjaga saat deklarasi KAMI di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/9/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 670 personel kepolisian dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng akan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Rakyat Kedu-Magelang Bergerak #2 yang rencananya akan dilaksanakan Selasa (13/10/2020) besok di depan DPRD Kota Magelang.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan, mengatakan, pihaknya fokus mengamankan kantor Pemerintah Kota Magelang dan DPRD Kota Magelang.

Sebagaimana diketahui, titik lokasi aksi di depan Kantor DPRD, sehingga pengamanan akan dilaksanakan di sana.

"Fokus nanti adalah melakukan pengamanan terhadap aset Pemkot Magelang yaitu kantor DPRD dan Pemkot Magelang. Kami lakukan pengamanan dari potensi kelompok anarkis yang berpotensi menyusup. Besok, 670 personel dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng. Polres Magelang akan fokus di Mal Artos magelang," katanya, saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS : Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Magelang Berujung Ricuh

Nugroho mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan penyelenggara.

Dari penyelenggara memberikan surat pemberitahuan adanya aksi tersebut kepada Polres Magelang Kota.

Namun, aksi tersebut diimbau supaya tidak dilaksanakan.

Beberapa alasan adalah warga Kota Magelang tak menghendaki.

Aksi bisa menjadi penyebaran Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved