Breaking News:

Yogyakarta

Tuntutan Upah Rp3 Juta Buruh DIY di Tahun 2021 Dirasa Terlalu Tinggi

Persoalan upah disadari oleh sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Hempri Suyatna sebagai permasalahan yang klasik dan selalu menjadi pembahasan setia

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
via makassar.tribunnews.com
Ilustrasi upah 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persoalan upah disadari oleh sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Hempri Suyatna sebagai permasalahan yang klasik dan selalu menjadi pembahasan setiap tahun.

Apalagi, adanya ketidak jelasan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang saat ini masih polemik turut membuat dosen UGM ini turut berkomentar.

Namun demikian, terkait tuntutan para buruh untuk meminta kenaikan upah sesuai survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah dilakukan gabungan serikat pekerja yakni di angka Rp3 juta untuk tahun 2021 dirasa terlalu tinggi.

Menurutnya, penentuan upah jika mengacu pada survei KHL saja itu tentunya akan mendapat nilai tinggi.

"Harus ada survei deflasi dan inflasi juga yang perlu jadi pertimbangan. Kalau Rp3 juta itu kok terlalu tinggi untuk sekelas DIY. Karena di DIY ini kan ada upah sektoral," katanya, Minggu (11/10/2020).

Airlangga: Upah Minimum Pekerja Tidak Dihapus

Ia menambahkan, apabila hal tersebut dipenuhi, dampak sosialnya akan terasa pada beberapa perusahaan.

Tentu sebagian perusahaan akan semakin merasa diberatkan dengan adanya kenaikan upah sebesar itu.

"Maka dari itu, saya kira sangat penting jika hubungan buruh dengan pengusaha ini perlu dikomunikasikan dengan baik," ujarnya.

Ia melihat selama ini pekerja hanya dipandang sebagai kelas bawah. Sementara seharusnya antara perusahaan dengan pekerja atau buruh merupakan simbiosis mutualisme.

"Komunikasi menjadi penting. Jangan sampai memunculkan kekecewaan pada buruh. Dan buruh juga harus paham jika kondisi saat ini perusahaan cukup sulit untuk bertahan," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved