Breaking News:

Tak Semua Nyeri Dada Terkait dengan Jantung, Ini Penyebab Lainnya

Tak semua keluhan nyeri dada berkaitan dengan penyakit jantung. Dalam bahasa medis, hal ini disebut dengan istilah Nyeri Dada Non-Jantung atau Non-car

Health News
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak semua keluhan nyeri dada berkaitan dengan penyakit jantung. Dalam bahasa medis, hal ini disebut dengan istilah Nyeri Dada Non-Jantung atau Non-cardiac chest pain (NCCP).

Istilah itu digunakan untuk menggambarkan nyeri dada yang menyerupai nyeri jantung (disebut juga angina) pada pasien yang tidak menderita penyakit jantung.

Nyeri biasanya dirasakan di belakang tulang dada (tulang dada) dan digambarkan sebagai rasa tertekan, tertekan atau seperti tertekan. Ini bisa menyebar ke leher, lengan kiri atau punggung (tulang belakang).

Kondisi ini bisa dipicu oleh asupan makanan. Itu berlangsung dalam periode waktu yang bervariasi dan tidak biasa sampai berjam-jam. Pasien mungkin juga mengeluhkan gejala refluks terkait seperti mulas (rasa terbakar di belakang tulang dada) atau regurgitasi cairan (sensasi cairan perut kembali ke dada dan bahkan sering ke mulut dengan rasa pahit atau asam).

Penderita Diabetes Berisiko Terkena Serangan Jantung dan Stroke, Begini Cara Mencegahnya

Karena nyeri yang dirasakan hampir menyerupai penyakit jantung (disebut angina), pasien dan dokter sering menghubungkan nyeri ini dengan jantung. Faktanya, banyak pasien yang datang ke ruang gawat darurat terkait serangan jantung dan biasanya menjalani pemeriksaan jantung (seperti EKG, tes laboratorium, tes stres, dan bahkan angiografi koroner - di mana pewarna disuntikkan ke pembuluh jantung).

Setelah tes jantung gagal menunjukkan bukti penyakit jantung, pasien menerima diagnosis NCCP, mengarahkan dokter untuk memeriksa penyebab lain dari nyeri dada ini.

3 Langkah Penting untuk Mencegah Serangan Jantung dan Stroke pada Penderita Diabetes

Mengapa jantung dan NCCP serupa?

Jantung dan kerongkongan terletak di rongga dada (toraks) dalam jarak yang berdekatan.

Mereka menerima suplai saraf yang sangat mirip.

Dengan demikian, nyeri yang timbul dari salah satu organ berjalan melalui serabut sensorik saraf yang sama ke otak.
Akibatnya, nyeri dari salah satu organ dapat memiliki fitur yang sangat mirip sehingga sulit membedakan nyeri jantung dari nyeri esofagus (saluran untuk menelan).

Ini juga menunjukkan bahwa sumber nyeri dada (non-jantung) yang sangat umum muncul dari esofagus.

Rajin Minum Air Putih Sebelum Tidur, Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Apakah ada nama lain yang menyebabkan gangguan ini?

Halaman
1234
Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved