Human Interest Story

Suka Duka Dokter Residen Penyakit Dalam di RSUP Dr Sardjito, Jalani Tes Usap Berkali-kali

Dokter Residen Penyakit Dalam RSUP Dr Sardjito, dr Jimmy Lihartanadi berbagi pengalaman selama menjalani profesinya di tengah pandemi.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Istimewa/tangkapan layar
dr Jimmy Lihartanadi saat berbagi kisah di Webinar #UGMUpdate, Kamis (1/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Tenaga kesehatan masih harus terus bekerja bertaruh nyawa selama pandemi Covid-19 belum mereda.

Dokter Residen Penyakit Dalam RSUP Dr Sardjito, dr Jimmy Lihartanadi berbagi pengalaman selama menjalani profesinya di tengah pandemi.

Menurutnya, perasaan was-was akan tertular Covid-19 pasti ada karena itu merupakan suatu hal naluriah.

Terlebih, rumah sakit merupakan area yang notabene zona merah.  

“Was-was pasti, karena itu suatu hal yang naluriah. Ada perubahan yang harus dilakukan, sebab setiap hari kami pulang dari zona merah. Sepulang dari Sardjito saya sebelum masuk rumah bersih-bersih dulu di kamar mandi luar. Kamar mandi luar (rumah) diaktifkan kembali. Sampai yakin kita masuk rumah sudah dalam kondisi bersih,” ujarnya dalam bincang-bincang daring #UGMUpdate Cerita UGM Lawan Covid-19, Kamis (1/10/2020).

Gejala Baru Virus Corona, Bisa Muncul Bintil Kecil di Lidah

Sehari-hari, Jimmy menjelaskan, ia bertugas di rumah sakit mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB atau lebih kurang 9 jam.

“Pengalaman ‘seru' yang pernah kami alami, suatu saat dokter residen harus isolasi mandiri cukup banyak. Lalu yang berikutnya membuat heboh adalah ketika kami harus dilakukan swab test, ternyata swab itu sakit, bagi orang yang belum pernah di-swab ya mungkin belum tahu di-swab itu sakit, tidak nyaman. Walaupun definisi sakit itu relatif ya,” ungkapnya.

“Karena swab itu ada dua lokasi yang diambil, satu lewat hidung, satu lewat mulut. Kadang kami itu di-swab tidak satu kali, bahkan ada yang sudah pasrah hidungnya sudah ya... ada yang sampai empat kali,” sambung Jimmy.

Ia melanjutkan, banyak penyebab yang mengharuskan seorang dokter penyakit dalam menjalani swab test atau tes usap.

Semisal, ada kontak dengan pasien yang beberapa waktu setelahnya baru diketahui positif.

BREAKING NEWS : Hari Ini Kasus Baru Covid-19 di DIY Bertambah 37, Berikut Rincian dan Riwayatnya

“Begitulah pengalaman yang kami dapatkan di sini, sedikit-sedikit begitu kontak langsung swab. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada yang positif. Kadang hidung ini sudah pasrah. Hidung orang penyakit dalam mungkin lama-lama melebar,” bebernya.

Jimmy pun berpesan kepada para kolega tenaga kesehatan dan masyarakat umum.

“Kepada teman-teman tenaga kesehatan, tetap semangat. Kalau semangat kita mulai luntur, penanganannya tidak akan baik. Sementara, bagi masyarakat, siapa pun bisa terkena Covid-19. Lindungi diri sendiri dan keluarga itu adalah hal yang mutlak,” tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved