Update Corona di DI Yogyakarta
Kemenag Gunungkidul Pastikan 34 Ponpes Aman dari COVID-19
Kemenag Kabupaten Gunungkidul memastikan 34 pondok pesantren (ponpes) yang saat ini kembali beroperasi aman dari COVID-19.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul memastikan 34 pondok pesantren (ponpes) yang saat ini kembali beroperasi aman dari COVID-19.
Keyakinan itu didasarkan pada tidak adanya laporan dari pihak ponpes mengenai santri yang sakit.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Arif Gunadi menyatakan sampai saat ini, seluruh ponpes juga masih menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
"Kemarin kami melakukan inspeksi di 2 ponpes, yaitu Al I'anah di Playen dan Darul Quran di Wonosari," kata Arif dihubungi pada Kamis (01/10/2020).
Menurutnya, pengelola ponpes menerapkan protokol kesehatan ketat mulai dari pengaturan tempat tidur, antrian saat mandi, posisi makan, hingga posisi santri saat belajar.
• Santri Wajib Isolasi 14 Hari Sebelum Masuk ke Komunitas Ponpes
Kontak santri dengan lingkungan luar ponpes juga lebih dibatasi.
Arif mengatakan secara keseluruhan terdapat 16 ribu hingga 17 ribu santri di 34 ponpes yang ada di Gunungkidul.
Hanya 40 persen santri tersebut yang berasal dari luar wilayah.
Namun begitu, pengelola ponpes tetap diminta melapor secara berkala.
"Laporan berkala disepakati tiap bulan sekali, kecuali untuk situasi darurat bisa langsung berkoordinasi," katanya.
Berkaitan dengan kasus terpaparnya santri di Sleman, Arif mengaku sempat berkomunikasi dengan Kantor Kemenag Sleman.
Pihaknya ingin memastikan kebenaran mengenai informasi tersebut.
• Tiga Ponpes di Sleman Terpapar COVID-19, Pemkab Sleman Perketat Rekomendasi
Pasca berkomunikasi, Arif lantas berkoordinasi dengan Kepala Seksi Diniyah dan Ponpes Kemenag Gunungkidul, untuk menghubungi para pengelola ponpes.
"Makanya inspeksi tersebut dilakukan, untuk memastikan kondisi santri sekaligus penerapan protokol kesehatannya," jelasnya.
Seperti yang diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, sebanyak 48 santri dari 3 ponpes di Kabupaten Sleman terkonfirmasi positif COVID-19.
Pemkab Sleman pun lantas memperketat rekomendasi ponpes.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan saat ini baru sekitar 60-an ponpes yang mengajukan ijin penyelenggaraan pembelajaran.
"Yang sudah memiliki ijin ada 25 ponpes. Namun pasca temuan kasus tersebut, permohonan ijin dan rekomendasi kami perketat," kata Joko. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)