Breaking News:

Sleman

Tiga Ponpes di Sleman Terpapar COVID-19, Pemkab Sleman Perketat Rekomendasi

Sebanyak 48 santri dari tiga pondok pesantren di Sleman terkonfirmasi positif COVID-19. Dua pesantren berada di Kapanewon Ngaglik dan satu lainnya ber

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memberikan keterangan pada wartawan di Pringsewu, Sleman, Rabu (23/09/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 48 santri dari tiga pondok pesantren di Sleman terkonfirmasi positif COVID-19. Dua pesantren berada di Kapanewon Ngaglik dan satu lainnya berada di Kapanewon Prambanan.

Dengan adanya temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman memperketat penerbitan rekomendasi penyelenggaraan pembelajaran di pondok pesantren.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan ada 145 pondok pesantren di Kabupaten Sleman, namun belum semua mengajukan permohonan rekomendasi. Baru sekitar 60an pondok pesantren yang mengajukan izin.

"Sampai saat ini baru 25 pondok pesantren yang sudah memiliki rekomendasi. Pondok pesantren yang besar-besar. Dengan adanya temuan kasus ini, untuk permohonan izin (rekomendasi) kami perketat. Tidak serta-merta kami izinkan,"katanya kepada wartawan, Rabu (30/09/2020).

Penularan Covid-19 dalam Ponpes di Sleman, Sekda DIY Izinkan Ponpes Lain Beroperasi

Ia mengungkapkan syarat yang harus dipenuhi oleh pondok pesantren antara lain adalah kapasitas asrama yang hanya 50 persen, agar dapat menerapkan protokol jaga jarak. Selain itu, pondok pesantren juga harus memiliki fasilitas cuci tangan.

Yang paling penting adalah pondok pesantren tersebut harus memiliki satgas Penanganan COVID-19. Satgas tersebut berfungsi untuk memastikan protokol pencegahan COVID-19 dilaksanakan.

"Sebelum memberikan rekomendasi kami cek dulu seperti apa penerapan protokolnya. Termasuk penyediaan ruang karantina bagi santri dari luar daerah. Ketentuannya adalah santri dari luar daerah harus tetap karantina selama 14 hari,"ungkapnya.

Penambahan 46 Kasus di Sleman, 41 dari Lembaga Pendidikan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Masyarakat pun tidak perlu khawatir atas penambahan kasus positif COVID-19 di Sleman, sebab Pemkab Sleman akan langsung bergerak untuk melakukan penanganan.

"Protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan disiplin. Jika ada temuan, Dinkes Sleman akan langsung turun dan melakukan skrining. Kuncinya adalah disiplin protokol kesehatan,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved