Update Corona di DIY

Penambahan 46 Kasus di Sleman, 41 dari Lembaga Pendidikan

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga pendidikan tersebut terkait penanganan.

istimewa
Berita Update Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terdapat 46 penamabahan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman, 41 lainnya merupakan hasil skrining satu lembaga pendidikan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga pendidikan tersebut terkait penanganan.

Untuk sementara, 41 pasien mendapat perawatan di lembaga pendidikan tersebut.

"Di situ sudah ada gugus tugasnya, sudah ada dokter dan perawatnya juga. Pihak lembaga pendidikan sudah melakukan langkah-langkah yang tepat. Setelah ada temuan, langsung melaporkan ke puskemas dan langsung ditangani bersama Dinas Kesehatan," katanya saat ditemui wartawan, Selasa (29/09/2020).

Ada 9 blok di lembaga pendidikan tersebut.

Jarak blok satu dengan yang lain berjauhan. Lembaga pendidikan juga telah mengelompokkan siswa sesuai dengan kesehatannya.

"Jadi yang sehat dipisahkan dengan yang sakit, yang asimtomatik juga disendirikan, yang memiliki gejala ringan sendiri, reaktif juga disendirikan. Penanganan sudah bagus. Lokasi lembaga juga jauh dari permukiman warga,"sambungnya.

PENELITIAN: ASI Dapat Membantu Mencegah dan Menyembuhkan Virus Corona

Ia meyakini pengawasan di lembaga pendidikan tersebut ketat, sehingga tidak sembarang orang bisa keluar masuk.

Pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan lembaga pendidikan melalui puskemas setempat.

Dengan adanya temuan tersebut, ia meminta masyarakat untuk tidak panik.

Menurut dia, kunci penanganan COVID-19 terletak pada kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya pun terus melakukan edukasi pada masyarakat terkait pemahaman COVID-19.

"Penyakit ini kan berkembang, kami akan tingkatkan edukasi pada masyarakat. Dulu salah gejalanya adalah sesak nafas, tetapi yang di lembaga pendidikan ini hilang penciuman dan pengecapan. Ini harus jadi perhatian. Masyarakat juga tidak perlu takut untuk memeriksakan diri," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved