Terdampak Pandemi Virus Corona, Industri Musik Korea Selatan Akan Menuju Digital
Industri musik di dunia memang sedang mencari cara untuk bertahan hidup di tengah pandemi virus corona. Banyak cara yang dilakukan musisi agar bisa
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
“Seperti bagaimana Disney mencapai kerajaan properti intelektual, K-pop akan mengatasi situasi (pandemi) ini dan menjadi genre yang membentuk kerajaan di industri musik,” kata SM CO-CEO Entertainment Lee Sung Soo dalam pidatonya di MU: CON Online 2020.
Sebagai contoh bagaimana SM telah bekerja dalam memanfaatkan properti intelektual dan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, Lee mencatat kolaborasi boy band SuperM dengan Marvel Studios dalam meluncurkan merchandise yang menampilkan grup tersebut untuk merayakan album baru ‘Super One - The 1st Album’.
Album tersebut dirilis Jumat sore melalui situs streaming lokal.
Dibentuk pada tahun 2019, SuperM telah mempromosikan dirinya sebagai K-pop Avengers karena terdiri dari tujuh anggota dari empat grup SM Entertainment yang berbeda yakni SHINee, EXO, NCT 127, dan WayV.
"Dalam beberapa bulan, kolaborasi ini akan menghadirkan konten baru yang belum pernah kami lihat sebelumnya," tambah Lee.
Selama pembicaraannya, Lee juga membahas serial konser berbayar hiburan online ‘Beyond Live’ yang menampilkan artis berbeda sejak April.
“Bahkan sebelum penyebaran COVID-19, kami telah mempersiapkan konser online di bawah kepemimpinan produser umum kami Lee Soo-man,” kata Lee.
“Jadi kami dapat dengan cepat meluncurkan ‘Beyond Live ’dan mendominasi panggung serta menetapkan standar untuk konser online,” tambahnya.
Dia menambahkan bahwa perusahaan sejauh ini telah menghadirkan ‘Beyond Live 1.0’ dan sedang mempersiapkan versi upgrade dari seri konser berbayar.
Menjelang akhir ceramahnya, Lee mengatakan kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru tidak hanya berlaku untuk SM, tetapi untuk seluruh industri K-pop.
Sebab, pandemi telah mempercepat layanan berbasis online dan nirsentuh menjadi sapi perah industri musik.
Setelah perubahan berhasil dilakukan, Lee mengatakan K-pop memiliki potensi untuk menjadi industri yang akan tumbuh secara dramatis di masa depan.
"Meskipun industri musik Korea terpukul keras karena pembatalan konser, perubahan dengan cepat terjadi terutama melalui pembangkit tenaga hiburan yang memulai bisnis baru menggunakan IP," tambah Lee.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/snsd-rayakan-ultah-tiffany-tanda-tanda-comeback.jpg)