Kota Yogyakarta

Ketua DPRD Yogyakarta Minta PHRI Siap-siap Sediakan Hotel untuk Isolasi Nakes

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko menegaskan pengadaan hotel untuk shelter para tenaga kesehatan (nakes) yang

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko memberikan keterangan pada media, Kamis (09/07/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko menegaskan pengadaan hotel untuk shelter para tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 bukan hal yang mengada-ada.

Ia mengatakan di massa sulit seperti ini, para nakes membutuhkan perhatian lebih.

Apalagi menurut dia para nakes di Kota Yogyakarta sudah banyak yang terpapar Covid-19.

"Itu bukan mengada-ada. Kami jelas mendukung untuk realisasi itu," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (27/9/2020).

Pilih Isolasi di Rumah, 4 OTG Covid-19 di Kota Yogya Batal Masuk Shelter Bener

Danang menambahkan, pihaknya menyadari jika Pemkot Yogyakarta masih kekurangan tempat penampungan untuk pasien Covid-19.

Sebelumnya, di Balai Diklat PPSDM Kemendagri yang berada di Jalan Melati, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta dulunya telah di tempati oleh para nakes.

"Di sana kan sudah mau ada diklat, jadi sudah tidak dipakai lagi. Karena pemkot ini tidak punyai gedung pemerintah, makanya diusulkan untuk menggunakan hotel," terang dia.

Secara anggaran Pemkot Yogyakarta sudah menyiapkannya.

Para nakes yang akan menjalani isolasi, menurut Danang sudah dibiayai oleh pemerintah.

"Kemarin sudah bincang-bincang dengan PHRI. Mereka merespons baik dan ini harus segera dilaksanakan," terang dia.

Danang meminta agar PHRI bersiap-siap untuk merealisasikan pengadaan shelter untuk para nakes tersebut.

DPRD Kota Yogya Dukung Program Pembebasan Lahan untuk Ruang Terbuka

Ia juga menekankan supaya masyarakat tidak beranggapan negatif dengan rencana penyediaan shelter bagi para nakes tersebut.

Danang berharap supaya tidak timbul kecemburuan atau anggapan negatif terkait shelter yang digunakan masyarakat umum dengan para nakes tersebut.

"Kalau nakes dicampur dengan masyarakat umum ya malah justru bahaya. Makanya dipisah shelternya. PHRI perlu menindak lanjuti, dan saya harap ya masyarakat jangan beranggapan negatif. Tugas para nakes ini luar biasa, jadi harus dijaga betul-betul," imbuhnya.

Danang menyebut perlu adanya kesiapan fasilitas penunjang, baik itu dari tenaga pendamping maupun fasilitas lain. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved