Pendidikan

Disdikpora DIY Harapkan SMK Lakukan Pembiasaan Protokol Kesehatan

Disdikpora DIY membuka kesempatan bagi SMK yang memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan pembelajaran praktik secara tatap muka dan terbatas.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bakhtiar Nurhidayat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mulai September ini, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY telah membuka kesempatan bagi SMK yang telah memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan pembelajaran praktik secara tatap muka dan terbatas.

Hal itu termaktub dalam Surat Edaran Kepala Disdikpora DIY Nomor: 421/06252 tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan Masa Transisi Adaptasi Kebiasaan Baru di Tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di SMA, SMK, dan SLB di DIY.

Hingga hari ini (Rabu, 23/9/2020), di Kota Yogyakarta misalnya, terdapat dua SMK yang telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka praktik di tengah pandemi, yakni SMK-SMTI Yogyakarta dan SMKN 2 Yogyakarta.

Dua SMK di Kota Yogyakarta Telah Membuka Pembelajaran Tatap Muka Praktik Terbatas

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Bakhtiar Nurhidayat mengatakan pihaknya berharap sekolah sudah mulai melakukan pembiasaan terkait hal ini.

Sebab, dikhawatirkan kompetensi siswa SMK terhambat selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selain itu, menurutnya, tidak mungkin menunggu pandemi Covid-19 selesai untuk melakukan pembelajaran praktik yang sebagian hanya dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah.

"Kami harapkan ini sudah mulai ada pembiasaan. Sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan ini akan berlangsung lama. Kalau begitu Covid-19 selesai, enggak kepegang nanti kompetensi anak-anak itu," tandasnya kepada Tribunjogja.com, Rabu (23/9/2020).

Bakhtiar melanjutkan, kegiatan tatap muka di sekolah harus dilakukan secara strategis dengan mendahulukan protokol kesehatan.

SMKN 2 Yogyakarta Mulai Pembelajaran Tatap Muka Praktik

Menurutnya, tidak mungkin siswa melakukan praktikum dari rumah karena ketersediaan alat hanya terdapat di laboratorium sekolah, termasuk juga instruktur yang harus mengajarkan secara langsung.

"Anak SMK ini yang utama adalah kompetensi mereka. Jadi silakan dengan tatap muka, tapi dengan protokol yang sangat ketat. Misalnya terkait ketersediaan sarana dan prasarana, jaga jarak saat di sekolah," ujar Bakhtiar.

Menurutnya, Disdikpora DIY juga telah menginstruksikan setiap SMK yang akan menyelenggarakan pembelajaran praktik secara tatap muka untuk berkoordinasi dengan unit kesehatan terdekat serta menyediakan alat pelindung diri (APD) di sekolah. 

APD tersebut dibutuhkan sebagai bentuk kesiapsiagaan sekolah jika tiba-tiba ada siswa yang sakit dan membutuhkan pertolongan pertama. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved