Sri Sultan HB X Buka Suara Terkait Fluktuasi Angka Kasus Covid-19 di DIY

Memang Covid-19 ini tidak ke arah peak, tapi fluktuatif begini terus karena bermutasi juga Covid-nya

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan bahwa saat ini virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 telah bermutasi.

Hal ini membuat banyak dari pasien positif Covid-19 yang tidak merasakan sakit yang mengarah pada gejala Covid-19.

Di DIY sendiri, beberapa hari terakhir lonjakan kasus baru Covid-19 terjadi.

Kebanyakan dari kasus baru tersebut berasal dari kontak tracing.

Angka Kasus Covid-19 Tinggi, Gugus Tugas DIY Belum Terima Aduan Kekurangan Tenaga Medis

Dua Dokter dan 13 Perawat Siaga di Asrama Haji Sleman

Raja Keraton Yogyakarta tersebut pun buka suara terkait fenomena mutasi virus SARS-CoV-2.

"Perkara sekarang naik (kasus), ya memang Covid-19 ini tidak ke arah peak, tapi fluktuatif begini terus karena bermutasi juga Covid-nya. Makin tidak ada gejala kan makin susah," ungkapnya, di Kepatihan, Selasa (22/9/2020).

Ia pun berharap bahwa kasus baru Covid-19 di DIY bukanlah kasus berat yang diderita oleh mereka yang sudah tua terlebih bagi yang memiliki komorbid.

"Nggak ada masalah. Biarpun positif tapi ringan," ucapnya.

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com)

Sultan menambahkan, bahwa semestinya setiap daerah bisa melakukan swab terhadap minimal satu persen dari jumlah penduduk yang ada untuk mengetahui sejauh apa peta sebaran Covid-19.

"Mestinya harus bisa melakukan swab itu kalau 3,7 juta (penduduk) maka 3.700 orang kita lakukan untuk bisa antisipasi. Tapi jadi mahal sekali kita nggak kuat," ungkapnya.

Aktivasi Rusunawa Gemawang, Panewu Mlati Akan Sosialisasi ke Masyarakat Sekitar

Kenali 7 Gejala Baru COVID-19, Mulai Lemah dan Dehidrasi Hingga Kebingungan Parah

"Ini nggak ada masalah sekaligus untuk bisa lebih banyak dilakukan tracing karena kita masih menunggu anak-anak kita maupun mahasiswa. Harapan saya, kita bisa konsentrasi yang penting bukan kluster," ucapnya.

Sultan berharap,dengan masifnya upaya tracing yang dilakukan bahwa semua warga yang positif Covid-19 dan selama ini belum teridentifikasi bisa segera terungkap, sehingga kasus di lapangan perlahan bisa menurun.

"Monggo silakan (yang sakit) di rumah sakit diobati dan sebagainya, minum vitamin dan sebagainya," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved