Angka Kasus Covid-19 Tinggi, Gugus Tugas DIY Belum Terima Aduan Kekurangan Tenaga Medis
Sejauh ini bidang kesehatan gugus tugas masih belum ada pengajuan rekruitmen atau tenaga tambahan untuk menangani Covid-19
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski angka kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setiap harinya selalu mengalami kenaikan, kesiapan tenaga medis di wilayah DIY masih tercukupi.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana, Selasa (22/9/2020).
Ia mengatakan, sejauh ini bidang kesehatan gugus tugas masih belum ada pengajuan rekruitmen atau tenaga tambahan untuk menangani kasus Covid-19 di DIY.
"Sejauh ini mereka belum mengajukan ke gugus tugas. Artinya masih tercukupi," katanya, kepada Tribunjogja.com.
• Mulai Praktikum Tatap Muka 23 September, SMKN 2 Yogyakarta Siapkan Fasilitas Pencegahan Covid-19
• Pemerintah Tetap Gelar Pilkada 2020, Ini Pesan Sri Sultan HB X untuk Pelaksanaan Pilkada di DIY
Data pemerintah DIY mencatat, total tenaga kesehatan dengan tugas dokter spesialis mencapai 144.600 orang, sedangkan analis laboratorium sekitar 765 orang.
Sementara untuk tenaga farmasi mencapai 1.471 orang. Dan perawat sebanyak 8.296 orang.
Sejauh ini total kasus Covid-19 di DIY yang terkonfirmasi mencapai 2.245 orang.
Sementara untuk angka kesembuhan Covid-19 di DIY mencapai 1.543 orang.

Biwara menyadari jika akhir-akhir ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di DIY.
Meski begitu, kesiapan tenaga medis menurutnya masih mampu menangani.
"Belum ada laporan ke kami untuk yang soal kekurangan tenaga medis. Mungkin akan lebih jelas ke bidang kesehatan," tegasnya.
• Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 hingga Selasa 22 September 2020 Pagi Ini, Data Rinci di 34 Provinsi
• Kenali 7 Gejala Baru COVID-19, Mulai Lemah dan Dehidrasi Hingga Kebingungan Parah
Selain kesiapan tenaga medis, pihaknya juga menyampaikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di DIY.
Hingga Senin kemarin, ketersediaan tempat tidur critical sebanyak 48. Dengan penggunaan masih mencapai 23 tempat tidur.
Sedengkan untuk non critical sejauh ini masih tersisa 152 tempat tidur.
Dengan penggunaan sebanyak 252, dari total ketersediaan mencapai 404 tempat tidur. (*)