Breaking News:

Sleman

Pemkab Sleman Targetkan 2020 Tangani 1.448 RTLH

Untuk itu, Pemkab Sleman berupaya memberikan bantuan pembiayaan, baik perbaikan maupun pembiayaan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 2.373 rumah di Kabupaten Sleman tercatat sebagai Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Untuk itu, Pemkab Sleman berupaya memberikan bantuan pembiayaan, baik perbaikan maupun pembiayaan.

Pada tahun 2020, Pemkab Sleman menganggarkan Rp26,65 Miliar untuk bantuan RTLH.

Dengan anggaran tersebut, diharapkan sebanyak 1.448 RTLH di Sleman dapat teratasi.

Dinkes Sleman Minta Pemantauan Pendatang Diperketat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kasasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Taupiq Wahyudi mengatakan Pemkab Sleman mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan sekitar Rp3,85 Miliar. Rencananya, DAK tersebut dialokasi untuk 165 RTHP.

"DAK akan dialokasikan untuk 165 rumah. Untuk peningkatan (perbaikan) rumah tidak layak huni 120 dan pembangunan rumah baru sebanyak 45,"katanya, Jumat (18/09/2020).

Ia merinci 120 perbaikan tersebut tersebar di tiga Kalurahan, yaitu 50 rumah di Kalurahan Wedomartani, Kalurahan Sidoagunh sebanyak 50 rumah, dan 20 lainnya di Tirtoadi.

Sedangkan 45 pembangunan baru berada di Kalurahan Sidomoyo sebanyak 30 rumah dan Kalurahan Ambarketawang sebanyak 15 rumah.

"Masing-masing bantuan untuk rehab sebesar Rp17,5 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru sebesar Rp35 juta,"lanjutnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bantuan RTLH merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dasar.

Raih Penghargaan dalam Natamukti Award, Pemkab Sleman Berkomitmen Majukan UMKM

Menurut dia, rumah layak huni adalah kebutuhan primer bagi setiap individu. Hingga 2020, Pemkab Sleman telah menangani 9.649 RTLH.

Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut penanganan RTLH di Kabupaten Sleman dapat teratasi, sekaligus mempercepat program pengentasan kemiskinan.

Dengan adanya bantuan tersebut, ia pun ingin pihak swasta juga tergerak membantu masyarakat miskin melalui CSR.

"Saya berharap agar kepedulian ini dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya dapat menggerakkan sumber-sumber lainnya, yang tidak bersumber dari pemerintah saja,"ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved