BREAKING NEWS : Empat Anggota DPRD DIY Terpapar Virus Corona

Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Huda Tri Yudiana umumkan empat anggota dewan positif terpapar Covid-19

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana gedung DPRD DIY setelah massa aksi meninggalkan lokasi pada Rabu (19/08/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Huda Tri Yudiana umumkan empat anggota dewan positif terpapar Covid-19, Rabu (16/9/2020).

Digelar secara daring, Huda menyampaikan ke empat anggota dewan tersebut dinyatakan positif Covid-19 seusai menjalani Swab masal yang diikuti 32 orang baik pimpinan maupun anggota DPRD DIY Sabtu (12/9/2020) lalu.

Ia mengatakan, saat ini ke empat anggota dewan yang dinyatakan positif sedang menjalani isolasi mandiri.

"Test swab masal ini atas inisiatif kami sendiri. Sebagai percontohan, untuk melakukan uji swab kepada seluruh anggota DPRD DIY," kata dia.

Saat disinggung mengenai upaya tracing terhadap pihak keluarga dan para kolega lainnya, Huda menegaskan hal tersebut telah dipercayakan kepada Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY.

"Kalau mengenai itu sudah menjadi kewenangan gugus tugas DIY.

Kami menyerahkan sepenuhnya kepada gugus tugas untuk upaya tracing dan sebagainya," imbuhnya.

Huda belum mengetahui apakah terdapat kontak erat dengan empat anggota dewan yang positif Covid-19 tersebut.

Termasuk merinci apakah sehari sebelum dilakukan swab yang bersangkutan telah berkunjung atau menerima tamu dari luar.

Test Swab masal tersebut dilakukan oleh para dewan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kaliberasi Yogyakarta Sabtu lalu.

Selang tiga hari atau tepatnya pada Selasa (15/9/2020) kemarin hasil Swab dari test masal itu pun keluar.

"Kemudian ada empat orang yang dinyatakan positif Covid-19. Pelaksanaan test kemarin di Labkesda," tegas politisi PKS ini.

Upaya Swab massal tersebut menurut dia juga sebagai desakan terhadap pemerintah DIY agar lebih memperlebar lagi cakupan uji swab.

"Kami juga perlu menegaskan jika yang terpapar Covid-19 bukan lah sebuah aib. Maka dari itu kami mendesak pemerintah DIY untuk lebih masif lagi lakukan uji Swab masal," terang dia.

Untuk menjalankan aturan yang berlaku, pihaknya juga tidak berkenan menyebutkan empat orang tersebut merupakan anggota fraksi apa.

"Sesuai aturan kami tidak dibolehkan untuk menyebut nama atau dari fraksi mana," pungkasnya.

Pemkot Yogya Jadikan Rusunawa Bener Shelter OTG Covid-19

Istri Ketua DPRD DIY Meninggal, Jajaran Dewan Berduka

12 Karyawan kesehatan RSUD Sleman Sembuh

Sementara itu di Kabupaten Sleman, sebanyak 31 karyawan kesehatan di RSUD Sleman yang terpapar COVID-19, sejak awal pandemi. 

Namun demikian baiknya penanganan di RSUD Sleman berhasil membuat karyawan kesehatan sembuh dari COVID-19.

Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama mengatakan dari 31 karyawan kesehatan yang terpapar COVID-19, 12 diantaranya berhasil pulih.

Karyawan kesehatan yang terpapar COVID-19 dirawat di dua bangsal COVID, yaitu bangsal Cendana dan Nusa Indah. 

"Ya memang ada beberapa karyawan kami yang terkonfirmasi (positif) COVID-19. Sudah dilakukan perawatan di bangsal COVID RSUD Sleman. Sampai kemarin sudah ada 12 orang yang sembuh,"katanya, Rabu (16/09/2020).

Guna memutus mata rantai penularan COVID-19, RSUD Sleman berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk tracing, baik di lingkungan kerja maupun di wilayah tempat tinggal. 

Pihaknya juga melakukan dekontaminasi di seluruh ruangan di RSUD Sleman secara masif dan terjadwal.

Selain itu, RSUD Sleman juga memperketat penerapan protokol kesehatan.

"Kami juga menambah kapasitas tempat tidur. Untuk bangsal COVID semula ada 23, kami tambah menjadi 33 tempat tidur,"ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan karyawan kesehatan rentan terhadap penularan COVID-19 meski sudah memakai APD sesui levelnya.

Hal itu disebabkan karena karyawan kesehatan tidak bisa memastikan pasien yang datang bebas COVID-19, sebab ada pula pasien asimtomatis.

"Ada juga pasien yang periksa karena sakit perut, tetapi dia (asimtomatis), karyawan kesehatan tidak tahu kalau positif. Kebanyakan karyawan kesehatan yang terpapar adalah karyawan di poli dan IGD. Yang khusus COVID-19 justru tidak ada, hanya satu atau dua,"katanya.

Selain ketidaktahuan status pasien, faktor lain yang menyebabkan meningkatnya penularan COVID-19 adalah kelonggaran aktivitas di berbagai sektor.

Meski bekerja sebagai karkes, bukan tidak mungkin karkes juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. 

"Yang menjadi masalah itu kalau ada kelonggaran ketentuan. Misalnya saat ini sudah ramai liburan. Karkes kalau libur kan juga bagian dari masyarakat, melakukan aktivitas bersama masyarakat. Saat ini banyak kelonggaran, banyak yang bersepeda, hajatan juga, dan lain-lain,"tambahnya.(Tribunjogja/Miftahul Huda/Christi Mahatma Wardhani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved