Breaking News:

Bantul

Lebih dari 100 Orang Terjaring Razia Masker di Bantul

Tim Gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Perhubungan, Polres Bantul dan Kodim 0729/ Bantul mengintensifkan operasi patu

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi sosial, berupa push up dalam operasi patuh penegakan protokol kesehatan covid19 yang digelar oleh petugas gabungan di jalan Jenderal Sudirman, Bantul, Selasa (15/9/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tim Gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Perhubungan, Polres Bantul dan Kodim 0729/ Bantul mengintensifkan operasi patuh penegakan protokol kesehatan di Bumi Projotamansari.

Dalam Operasi yang dilakukan selama dua hari, Senin - Selasa (14 - 15/9/2020) masing-masing digelar selama satu jam, petugas menjaring 116 orang yang kedapatan tidak memakai masker.

Razia selama dua hari tersebut dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman, Bantul.

Sasarannya adalah para pengendara kendaraan yang melintas.

Satu persatu pengendara yang tidak memakai masker maupun memakai masker tetapi letaknya tidak tepat langsung dihentikan.

Warga DIY yang Tak Tertib Pakai Masker Terjaring Operasi Yustisi

Total ada 116 orang yang terjaring razia.

Delapan di antaranya diberikan sanksi berupa teguran lisan karena membawa masker namun tidak digunakan.

Sedangkan lainnya diberi sanksi tertulis. Bahkan, belasan di antaranya terpaksa harus diberi sanksi sosial berupa push up karena tidak memakai masker di tempat umum.

Sekretaris Satpol PP Bantul, Anton Vektory menyampaikan, operasi penegakan Protokol Kesehatan Coronavirus Disease (Covid19) dilakukan rutin oleh petugas. Terutama petugas yang tergabung dalam bidang penegakan hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul. Tujuannya untuk melakukan pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid.

Menurut dia, angka penularan virus Corona di Bumi Projotamansari belum melandai. Setiap hari terbukti masih ada kasus positif terinfeksi Covid19. Sebab itu, masyarakat diminta jangan lengah dan tetap waspada. "Patuhi protokol kesehatan," ucap dia.

Anton mengatakan, operasi penegakan protokol kesehatan covid19 akan terus dilakukan. Sementara ini menyasar pada pengendara kendaraaan yang kedapatan tidak bermasker. Namun pekan depan, menurut dia, operasi akan diperluas, tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada pusat perbelanjaan seperti pasar, swalayan, maupun supermarket. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Protokol Kesehatan di pusat perekonomian dipatuhi.

Sebelumnya, petugas gabungan juga telah melakukan operasi patuh penegakan protokol kesehatan di Kecamatan Bantul dan Imogiri. Dalam operasi tersebut, ada 221 orang yang terjaring melakukan pelanggaran, karena tidak bermasker.

Kasatpol PP Bantul Yulius Suharta mengatakan, bermacam-macam alasan dikemukakan oleh para pelanggar. Umumnya pelanggar tidak mengenakan masker karena kelupaan. Ada juga yang beralasan hanya bepergian dekat. Semua alasan itu menurutnya tidak bisa diterima. Sebab, sesuai Peraturan Bupati Bantul nomor 79 tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB), kemanapun pergi diharuskan selalu memakai masker.

"Jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memakai masker. Wajib," tegas dia.

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved