Breaking News:

Kriminalitas

Tiga Komplotan Curas Umbulharjo Masih Buron, Diantaranya Kakak Beradik

Satu di antara empat komplotan telah dibekuk, sementara tiga lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Polresta Yogyakarta saat merilis kasus pencurian dengan kekerasan, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta mengklaim masih melakukan penyisiran dan pencarian terhadap tiga tersangka lainnya dalam pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di kawasan Babaran, Umbulharjo

Satu di antara empat komplotan telah dibekuk, sementara tiga lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya mengatakan, dua di antara empat tersangka merupakan kakak beradik.

Satu telah ditangkap yakni RSP alias Ringgo (32) yang merupakan pelaku yang membacok korban. 

Polresta Yogyakarta Tangkap Satu Tersangka Curas yang Beraksi Gunakan Pedang

Saat diinterogasi, tersangka mengaku bahwa tindakan itu dilakukannya bersama dengan tiga rekan lainnya yakni Rangga, Bintang, dan Agatha atau Sukma. 

"Setelah petugas mengumpulkan bukti-bukti lalu menyimpulkan, bahwa dua dari empat tersangka merupakan kakak beradik yakni RSP alias Ringgo dan Rangga," jelas Riko dalam rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Senin (14/9/2020). 

Selain itu, Riko menyatakan bahwa pihaknya juga berhasil mengamankan satu barang bukti berupa satu unit mesin sepeda motor jenis Honda Beat dari seorang penadah di wilayah Sleman. 

"Yang mengantarkan hasil curian itu juga bagian dari rangkaian kejahatan mereka dan melarikan diri, informasi terakhir dia berada di Purworejo," ungkap Riko. 

Riko melanjutkan, berdasarkan keterangan tersangka yakni RSP sejumlah tersangka disebut berada di tempat terpisah.

Polresta Yogyakarta Buru Terduga Pelaku Klitih

Dua diklaim berada di Bekasi dan satu di Lampung.

"Saat ini masih dalam penyelidikan kami," katanya. 

Dia menyebut, korban melakukan tindakan tersebut didasari guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil barang rampasan dijual terpisah unit per unit kemudian hasil penjualan dibagi rata untuk masing-masing tersangka. 

Tersangka RSP diketahui juga merupakan residivis kasus yang sama pada 2009 lalu di kawasan Danurejan.

Dia dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved