109 Dokter di Indonesia Gugur Terpapar Covid-19, Jawa Timur Terbanyak dengan 29 Orang, DIY 2
109 Dokter di Indonesia Gugur Terpapar Covid-19, Jawa Timur Terbanyak dengan 29 Orang, DIY 2
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat hingga pertengahan September ini sudah ada 109 dokter di Indonesia yang gugur akibat virus corona.
Dari total 109 dokter, wilayah Jawa Timur menempati posisi pertama jumlah dokter yang paling banyak gugur akibat virus covid-19.
Total ada 29 dokter yang meninggal dunia akibat virus corona di Jawa Timur.
Kemudian Provinsi Sumatera Utara menempati posisi kedua dengan jumlah dokter yang meninggal sebanyak orang.
Sedangkan wilayah DKI Jakarta ada 13 dokter yang gugur akibat terinfeksi virus corona.
Menanggapi temuan ini, dr Adib Khumaidi, SpOT selaku Ketua Tim Mitigasi PB IDI yang memimpin pelaksanaan survei berkata bahwa pekerjaan dokter saat ini memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.
Dia mengatakan, terpaparnya para dokter bisa terjadi saat menjalankan pelayanan baik itu pelayanan yang langsung menangani pasien Covid di ruang-ruang perawatan (isolasi maupun ICU),
atau dari tindakan medis yang ternyata belakangan diketahui kalau pasiennya mengalami Covid, ataupun pelayanan non medis seperti dari keluarga dan komunitas.
"Gambaran ini menunjukkan bahwa pekerjaan dokter saat ini memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terpapar Covid-19 di samping juga angka OTG (asimptomatik carier) yang tinggi," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Adib meminta pemerintah untuk bersikap tegas dengan menindak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Diikuti juga para aparat pemerintah juga memberikan contoh dengan melakukan protokol kesehatan dalam aktifitas mereka sehari-hari," katanya.
• 15 Orang Telah Diperiksa dari Kontak Erat Pedagang Malioboro
• Pakar Epidemiologi : Jika Bencana Alam Terjadi di Masa Pandemi, Diperlukan Shelter Per Keluarga
• Lima Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi Hari Ini
Selain itu, penerapan 3T, yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment), yang lebih tegas juga perlu dilakukan.
"Peningkatan upaya preventif dengan penerapan protokol kesehatan dengan melibatkan kelompok sosial masyarakat sebagai kontrol menjadi satu prioritas untuk menekan laju penyebaran virus," kata Adib.
"Sedangkan untuk penguatan treatment dilakukan dengan mapping atau pemetaan kemampuan faskes,
menata dan meningkatkan kapasitas rawat dengan screening atau penapisan yang ketat terhadap pasien, zonasi di fasilitas kesehatan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dokter-di-jawa-timur-yang-jadi-korban-covid-19-bertambah-dr-putri-meninggal-setelah-20-hari-dirawat.jpg)