Yogyakarta

DTT Pemda DIY Masih Ada Rp 310 Miliar untuk Covid-19 dan Mitigasi Bencana Alam

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana, mengatakan penggunaan dana tak terduga (DTT) kali sudah mencapai se

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bencana alam berupa banjir, dan tanah longsor menjadi perhatian khusus pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di tengah pandemi Covid-19 kali ini, pemerintah DIY harus memutar otak agar anggaran penanganan tanggap darurat tetap berjalan bersama dengan penyusunan mitigasi bencana konvensional.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana, mengatakan penggunaan dana tak terduga (DTT) kali sudah mencapai sekitar Rp290 miliar.

"Itu hanya untuk penanganan Covid-19 saja. Belum termasuk penanganan bencana konvensional sewaktu-waktu," katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (9/9/2020).

Petakan Wilayah Rawan Bencana, Musim Hujan Mendatang BPBD DIY Waspadai Dua Hal Ini

Ia menambahkan, total DTT yang ada sebesar Rp600 miliar. Sementara saat ini masih ada sekitar Rp310 miliar.

Sisa anggaran tersebut harus mampu mencukupi keperluan penangan Covid-19 sekaligus mitigasi bencana konvensional.

"Sisa Rp 310 miliar. Itu pun belum termasuk keperluan di bulan ini. Untuk yang bulan ini baru akan dilakukan pembahasan," terang dia.

Pihaknya berharap agar musim hujan yang akan datang tidak terjadi peristiwa yang membuat sulit masyarakat.

"Harapannya kan aman terkendali. Karena saat ini juga masih ada pandemi juga," kata pria yang juga sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY itu.

Risiko Bencana di Kawasan Super Prioritas Borobudur Dikaji

Masih kata Biwara, sejumlah penanganan awal berupa kesiapan peralatan di antaranya bronjong, karung pasir dan upaya pencegahan bencana lainnya telah disiapkan.

Pihaknya mewaspadai beberapa wilayah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir saat musim hujan.

"Gunung Kidul, Kulonprogo dan Bantul itu sering ada longsor. Ya itu yang kami waspadai. Selain itu pembuatan bronjong di sungai juga sedang disiapkan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved