Hari Tanpa Bayangan

Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Wilayah DIY Hari Ini: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Wonosari

Kapan dan jam berapa terjadi Hari Tanpa Bayangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Randomrantsruminationsramblings
Ilustrasi Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Fenomena hari tanpa bayangan di Jogja ( Daerah Istimewa Yogyakarta / DIY ) akan terjadi hari ini, Selasa 8 September 2020. 

Menurut BMKG, Hari Tanpa Bayangan merupakan ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa atau titik zenit (kulminasi).

Kapan dan jam berapa terjadi Hari Tanpa Bayangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta Agus Riyanto yang merinci waktu fenomena ini di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul dan Wonosari.

ILUSTRASI - Begini Tradisi Riset Hari Tanpa Bayangan di Negara Lain
ILUSTRASI - Begini Tradisi Riset Hari Tanpa Bayangan di Negara Lain (twitter.com/NagalingamArun)

Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal mengalami fenomena hari tanpa bayangan dengan rentang waktu yang berbeda tepat pada Selasa 8 September 2020.

BMKG menyebut, fenomena langka itu terjadi ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa atau titik zenit (kulminasi).

"Itu akan terjadi di sejumlah wilayah dengan rentang waktu antara pukul 11.24 WIB sampai dengan 11.25 WIB," jelas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta Agus Riyanto, Senin (7/9/2020).

Agus merinci, fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Kota Yogyakarta pada pukul 11.24.57 WIB, Sleman pukul 11. 25. 01 WIB, Wonosari pukul 11.24.02 WIB dan Bantul di pukul 11. 25. 06 WIB.

Agus menjelaskan, di 2020 ini matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2020 pukul 10.50 WIB dan 22 September 2020 pukul 20.31 WIB.

Sementara pada 23 Juni 2020 terjadi pada pukul 04.44 WIB, dimana matahari berada di titik balik utara dan pada 21 Desember 2020 pukul 17.02 WIB matahari berada di titik balik selatan.

Akibat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

ILUSTRASI - Begini Tradisi Riset Hari Tanpa Bayangan di Negara Lain
ILUSTRASI - Begini Tradisi Riset Hari Tanpa Bayangan di Negara Lain (indianexpress.com/article)

Agus melanjutkan, kulminasi atau transit merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

Pada saat itu, matahari akan berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved