UPDATE Aktivitas Gunung Merapi Pekan Ini, Terjadi Pemendekan Jarak Tunjam Sekitar 2 Sentimeter
Dilaporkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm dari pantauan menggunakan electronic distance measurement (EDM).
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan hasil pengamatan aktivitas Gunung Merapi minggu ini (28 Agustus-3 September 2020).
Dari hasil pengamatan deformasi atau perubahan permukaan tubuh Gunung Merapi, dilaporkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm dari pantauan menggunakan electronic distance measurement (EDM).
“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Jumat (4/9/2020).
• Bahaya Erupsi Merapi Tetap Mengarah ke Selatan dan Tenggara
• Warga Tunggularum Sleman Belajar Hadapi Bencana Merapi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,580 m hingga 4.044,598 m dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,925 m hingga 3.858,932 m.
Baseline GPS Klatakan–Plawangan berkisar pada 6.164,06 m hingga 6.164,07 m.
Hanik melanjutkan, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 20 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 73 kali gempa Fase Banyak (MP), 4 kali gempa Low Frekuensi (LF), 23 kali gempa Guguran (RF), dan 10 kali gempa Tektonik (TT).
“Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dibandingkan minggu lalu,” imbuhnya.

Secara visual, analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.
Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3.
Hanik menerangkan, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.
“Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 250 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 29 Agustus 2020 pukul 08.10 WIB,” tuturnya.
• BPBD DIY : Simulasi Penanggulangan Erupsi Merapi Jadi Antisipasi Terjadinya Bencana Turunan
• BNPB dan BPBD DIY Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi pada Masa Pandemi
Pada minggu ini, sempat terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 59 mm/jam selama 45 menit di Pos Kaliurang pada 3 September 2020.
Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, Hanik mengungkapkan, disimpulkan kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.