Update Corona di DI Yogyakarta

BPBD DIY : Simulasi Penanggulangan Erupsi Merapi Jadi Antisipasi Terjadinya Bencana Turunan

Bila erupsi Merapi terjadi pada masa pandemi, maka sedapat mungkin protokol kesehatan tetap harus diterapkan supaya tidak terjadi bencana turunannya.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
BNPB dan BPBD DIY Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi pada Masa Pandemi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menggelar simulasi kesiapsiagaan jika bencana Gunung Merapi terjadi di masa pandemi.

Kegiatan itu dilakukan di Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta selama Selasa-Jumat (25-28/8/2020) dan dihadiri oleh para pengambil keputusan daerah dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan latar belakang dilaksanakannya kegiatan simulasi tersebut.

"Status Gunung Merapi masih waspada sejak dua tahun terakhir (sejak 21 Mei 2018). Status waspada itu antara lain dengan rekomendasi misalnya 3 km dari puncak Merapi harus steril dari aktivitas manusia. Perlu dilakukan kewaspadaan di sekitar itu, mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kalau terjadi erupsi," ujar Biwara, Selasa (25/8/2020).

BNPB dan BPBD DIY Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi pada Masa Pandemi

"Dengan dampaknya seperti yang beberapa kali terjadi semisal abu atau sedikit material. Atau titik-titik kawasan yang perlu perhatian khusus, semisal alur sungai-sungai. Kondisinya masih seperti itu. Tentu tugas kita yang juga didukung BNPB adalah menjaga kesiapsiagaan salah satunya dengan melatihkan atau menguji rencana kontingensi yang sudah disusun," sambungnya.

Biwara menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan rencana kontingensi hingga ke desa-desa terdampak.

Dalam hal ini, akan ada 7 desa dari 3 kecamatan yang dilibatkan.

Di antaranya, Cangkringan, Turi, dan Pakem.

"Sleman ada di depan sebagai komando. Di atasnya sebagai supporting adalah provinsi," imbuh Biwara.

Menurutnya, apabila erupsi Merapi terjadi pada masa pandemi, maka sedapat mungkin protokol kesehatan tetap harus diterapkan supaya tidak terjadi bencana turunannya.

BPBD DIY: Potensi Alam Dibarengi Potensi Ancaman, Tinggal Bagaimana Kurangi Resikonya

"Sehingga saat ini adalah saat yang tepat untuk melaksanakan geladi penanganan erupsi Merapi," tandasnya.

Ia melanjutkan, peristiwa letusan dan erupsi 2010 merupakan rangkaian bencana yang memberikan dampak terhadap timbulnya korban jiwa.

Selain itu juga kerusakan dan kerugian yang cukup besar dari sisi ekonomi, sosial, psikologis, maupun lingkungan.

"Salah satu upaya pengurangan risiko bencana yang dapat dilakukan untuk mencapai kesiapan dan ketangguhan menghadapi bencana yang berkelanjutan adalah dengan melakukan latihan atau simulasi. Hal ini untuk mengujicoba kesiapsiagaan dari sistem koordinasi dan komunikasi yang telah dibangun," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved