Belum Banyak Dikenal, Ini Penyakit Menular Seksual yang Bisa Picu Kemandulan
Mycoplasma genitalium (MG), merupakan salah satu penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada lelaki maupun perempuan
TRIBUNJOGJA.COM - Mycoplasma genitalium (MG), demikian istilah yang digunakan. Ini merupakan salah satu penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada lelaki maupun perempuan.
Penyakit ini bisa masuk dengan mudah melalui aktivitas seksual dan sering tidak menunjukkan tanda.
Karena tidak menunjukkan tanda inilah kita tidak bisa mengetahui ada atau tidaknya penyakit di dalam tubuh.
Kalau sudah parah penyakit ini baru memberikan efek samping yang menyerupai penyakit kelamin lain sehingga kita akan susah mengenalinya dengan cepat dan melakukan penanganan yang terbaik.
Kasus di Inggris
Penyakit menular seksual Mycoplasma genitalium kini tengah meningkat di Inggris dan dipandang mengkhawatirkan karena penyakit ini resisten terhadap antibiotik.
Public Health England mengategorikan Mycoplasma genitalium sebagai penyakit menular seksual yang lebih banyak muncul selama musim panas, menurut laporan baru, yang dirilis pada Juni 2018.
Pekan lalu, British Association for Sexual Health and HIV (BASHH) mengumumkan, mereka sedang mengerjakan pedoman nasional untuk manajemen penanganan Mycoplasma genitalium, dilansir dari Women's Health, Jumat (13/7/2018).
Mycoplasma genitalium rupanya bukanlah penyakit menular seksual yang muncul baru-baru ini.
Penyakit menular seksual itu pertama kali ditemukan pada awal1980-an, seperti dilaporkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
Mycoplasma genitalium adalah bakteri yang menyerang sistem reproduksi baik pada lelaki maupun perempuan.
Sekilas penyakit ini hampir mirip dengan penyakit seks umum yang dialami masyarakat. Namun, penyebarannya bisa berjalan dengan cepat sehingga bisa menyebabkan pandemi di lingkungan masyarakat.
Pengobatan
Saat ini penelitian tentang penyakit ini sedang dilakukan untuk mempelajari karakteristik dari virus itu sendiri.
Selain itu, metode pengobatan yang terbaik juga sedang dikembangkan agar ke depannya pencegahan dan penyembuhan bisa dilakukan dengan benar dan tidak merugikan penderita.