Kota Yogyakarta
Sebaran Nyamuk Ber-Wolbachia Bakal Diperluas ke Seluruh Wilayah Kota Yogyakarta
Guna menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta, World Mosquito Program (WMP) terus memperluas sebaran nyamuk Aedes Aegepty ber-Wolb
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta, World Mosquito Program (WMP) terus memperluas sebaran nyamuk Aedes Aegepty ber-Wolbachia.
Beberapa titik yang tahap sebelumnya dijadikan pembanding, kini disasar oleh WMP.
Peneliti pendamping WMP, Riris Andono Ahmad berujar, Kelurahan Rejowinangun menjadi tempat penyebaran telur nyamuk ber-Wolbachia pertama untuk tahap yang ke dua.
Beberapa tahun lalu, pihaknya sudah melakukan upaya penyebaran di sejumlah kecamatan Kota Yogya.
"Sampai akhir tahun ini target kita adalah melengkapi, atau menutup wilayah-wilayah yang dulu dijadikan pembanding. Yakni, di Kotegede dan beberapa wilayah lainnya," ujarnya, dijumpai di Kantor Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, pada Rabu (2/9/2020) sore lalu.
• Kasus DBD di Kota Yogyakarta Turun Drastis Setelah Mendapat Intervensi Nyamuk Ber-Wolbachia
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan 420 ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia yang kemudian bakal disebar di seluruh kawasan Rejowinangun.
Menurutnya, daerah ini, menjadi bagian dari 12 klaster, yang memang sengaja belum mendapat suntikan nyamuk ber-Wolbachia.
"Jadi, di Kota Yogya dibagi 24 klaster, dengan 12 klaster diberi Wolbachia dan 12 lainnya tidak. Kemudian, yang 12 tersebut, sekarang saatnya kami berikan nyamuk ber-Wolbachia," terang Ahli Epidemiologi UGM itu.
Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia sendiri terbukti efektif menekan kasus DBD.
Benar saja, sejak dilakukan uji coba pada 2017 lalu, kasus DBD Kota Yogya terus mengalami penurunan.
Masyarakat pun tak perlu khawatir, sebab faktor keamanannya sudah diteliti sejak lama.
Menutut Riris sejak tiga tahun lalu, nyamuk ber-Wolbachia disebar secara acak di separuh wilayah Kota Yogya.
Lantas, setelah dilakukan rangkaian pengamatan, daerah dengan nyamuk ber-Wolbachia, kasus demam berdarahnya 77 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak.
• WMP Yogyakarta Jelaskan Bakteri Wolbachia pada Nyamuk Aedes Aegypti Tidak Menginfeksi Manusia
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi pun mengapresiasi hasil penelitian yang dilakulan WMP tersebut.
Ia juga meminta agar 12 kecamatan yang pernah diberikan telor nyamuk ber-Wolbachia bisa diberikan kembali, supaya angka penurunan kasus DBD bisa semakin signifikan.
"Kami minta supaya pasca selesainya uji coba ini tetap dilakukan monitoring agar semuanya terkendali. Seperti 12 kecamatan lain yang sudah diintervensi itu kan masih ada beberapa kasus demam berdarahanya," ujarnya.
"Jadi, kami minta agar tetap dikasih nyamuk ber-Wolbachia. Lalu, misal ada kasus yang muncul di daerah tertentu, kami harapkan nanti nyamuk ber-Wolbachia juga dilepaskan di daerah tersebut," pungkas Heroe. (TRIBUNJOGJA.COM)