Yogyakarta
WMP Yogyakarta Jelaskan Bakteri Wolbachia pada Nyamuk Aedes Aegypti Tidak Menginfeksi Manusia
Dengan nyamuk ber-Wolbachia, diyakini bisa mencegah transmisi virus dengue dari nyamuk ke manusia. Sebab, bakteri Wolbachia pada nyamuk mampu memblok
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dalam rangka memberantas penyakit demam berdarah dengue (DBD), World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta telah mengembangkan teknologi nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia sejak 2011 hingga saat ini di DIY.
Dengan nyamuk ber-Wolbachia, diyakini bisa mencegah transmisi virus dengue dari nyamuk ke manusia.
Sebab, bakteri Wolbachia pada nyamuk mampu memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.
Namun, masyarakat mungkin menyimpan pertanyaan, apakah nyamuk ber-Wolbachia yang menggigit manusia akan menularkan Wolbachia ke dalam tubuh manusia tersebut?
Diagnostic Team Leader WMP Yogyakarta, dr Eggi Arguni mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian mengenai hal tersebut dalam rangka menguji keamanan penyebaran teknologi nyamuk ber-Wolbachia.
• Nyamuk Ber-Wolbachia Hanya Sebagian Cara Berantas DBD, Dinkes Kota: Masyarakat Harus Lakukan PSN
“Salah satu studi yang kami lakukan adalah menguji keamanan Wolbachia. Mungkin orang akan khawatir apakah Wolbachia yang ada di aedes aegypti akan menginfeksi manusia,” ungkapnya dalam Webinar Festival Inovasi Wolbachia sesi 1 bertajuk ‘Teknologi Wolbachia dan Penelitian WMP Yogyakarta’, Rabu (12/8/2020).
Ia menjelaskan, setelah WMP Yogyakarta melakukan pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di daerah Bantul, kemudian menunggu 6 bulan setelah populasi nyamuk di daerah tersebut 85-90 persennya telah mengandung Wolbachia, kemudian dilakukan uji sampel darah masyarakat.
“Kami uji serologi, kami ambil darah masyarakat di situ sekitar 300 sampel, kami cek antibodinya. Hasilnya menunjukkan darah yang kami ambil dari masyarakat tidak mengandung antibodi anti-Wolbachia. Artinya, walaupun mereka digigit oleh nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia, namun Wolbachia ini tidak bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Dia tidak bisa menginfeksi manusia,” papar Eggi.
Ia menambahkan, faktor keamanan sangat penting dibuktikan sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. (TRIBUNJOGJA.COM)