Gunungkidul

KPU Gunungkidul Jadikan "Si Gunung" Maskot Pilkada 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul meluncurkan maskot dan jingle (lagu tema) untuk Pilkada Serentak 2020.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Penampilan Si Gunung yang dijadikan KPU Gunungkidul sebagai maskot pada pelaksanaan Pilkada 2020. Acara peluncuran maskot ini berlangsung di Kantor KPU Gunungkidul, Rabu (02/09/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul meluncurkan maskot dan jingle (lagu tema) untuk Pilkada Serentak 2020.

Peluncuran tersebut dilakukan di Kantor KPU Gunungkidul pada Rabu (02/09/2020) ini.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan jingle yang digunakan berjudul "Gunungkidul Memanggilmu".

Liriknya berisi ajakan pada warga untuk berpartisipasi pada hari pencoblosan Pilkada di tanggal 9 Desember nanti.

"Sedangkan untuk maskot kami beri nama Si Gunung, sesuai dengan karakteristik geografis Gunungkidul," jelas Hani.

Berbagai Persiapan Para Calon Peserta Pilkada Gunungkidul Sebelum Mendaftar ke KPU

Namun Hani mengatakan makna Si Gunung tidak hanya sekedar itu.

Ia menyebut Si Gunung juga merepresentasikan situasi pelaksanaan Pilkada saat ini, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, gunung merupakan simbol pasak di bumi, yang begitu kuat dan mampu menjulang tinggi.

Suasana pegunungan pun juga menggambarkan ketenangan dan ketenteraman dengan kondisi alamnya.

"Kami harap, di tengah pandemi, kondisi masyarakat tetap tenteram, aman, dan stabil seperti gunung selama penyelenggaraan Pilkada," jelas Hani.

Komisioner KPU DIY Ahmad Shidqi mengungkapkan peluncuran jingle dan maskot ini seharusnya dilakukan secara serentak pada bulan Maret lalu.

Pelaksanaannya dilakukan di 3 kabupaten yang melakukan Pilkada, yaitu Gunungkidul, Sleman, dan Bantul.

Namun peluncuran tersebut harus mengalami penundaan pasca COVID-19 Mulai mewabah di DIY.

Tak hanya itu, seluruh tahapan Pilkada pun turut tertunda, di mana menurut Ahmad saat itu proses tahapan sudah mencapai 30 persen.

"Setelah penundaan selama 3 bulan, tahapan baru kami lanjutkan lagi hingga ke tahap pendaftaran peserta nanti," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved