Sejumlah Pondok Pesantren di Gunungkidul Telah Kembali Dibuka, Santri Luar Daerah pun Mulai Datang

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Arief Gunadi, mengatakan para santri tersebut sudah mulai berdatangan sejak Juli

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Gunungkidul saat ini mulai beraktivitas kembali.

Para santri dari luar daerah yang sebelumnya dipulangkan pun kini mulai kembali mondok.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Arief Gunadi, mengatakan para santri tersebut sudah mulai berdatangan sejak Juli lalu.

"Berdasarkan laporan yang kami terima sudah ada beberapa ponpes yang sudah kembali beraktivitas," kata Arief dihubungi pada Jumat (28/08/2020).

Ia mencontohkan seperti Ponpes Darul Quran Wal Irsyad, Ponpes Al Mumtaz, dan Ponpes Al Hikmah.

Arief mengatakan ponpes-ponpes tersebut sebelumnya telah mengajukan ijin untuk pembukaan kembali.

Izin buka pun tidak serta-merta diberikan. Arief mengatakan pihaknya melakukan kroscek terlebih dahulu bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Gunungkidul. Kroscek terutama terkait penerapan protokol kesehatan.

""Kami cek seluruh sarana-prasarananya, apakah sudah memenuhi persyaratan. Antara lain kamar untuk karantina mandiri, sarana cuci tangan, dan sebagainya," jelasnya.

Kemenag Gunungkidul bersama Gugus Tugas mewajibkan santri dari luar daerah untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari berturut-turut.

Karantina dilakukan setibanya mereka di ponpes.

Para santri ini pun diminta membawa peralatan sendiri, mulai untuk makan, mandi, ibadah hingga bersih-bersih.

Saat beribadah pun aturan jaga jarak tetap diwajibkan.

"Santri dari luar daerah baru diizinkan mondok setelah masa karantina mandirinya berakhir," kata Arief.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Darul Quran Wal Irsyad, Ariyanto Purbo, mengatakan sudah mengeluarkan edaran terkait aturan protokol kesehatan bagi santri dari luar daerah.

Secara keseluruhan, ada 878 santri yang menjalani pendidikan di Darul Quran. Mereka berasal dari berbagai daerah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved