Nasional
Menko PMK : Perokok dengan Komorbid Rentan Terpapar Covid-19
Tak satupun orang yang terkena Covid-19 yang fatal dan meninggal dunia, tanpa adanya penyakit penyerta atau komorbid.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan, para perokok yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dapat rentan tertular Covid-19.
Hal ini karena tak satupun orang yang terkena Covid-19 yang fatal dan meninggal dunia, tanpa adanya penyakit penyerta atau komorbid.
"Penyebaran COVID-19 ini adalah serangannya mengarah kepada mereka-mereka para perokok termasuk penyakit-penyakit maupun tidak langsung dari perokok yaitu penyakit-penyakit komorbid. Dengan itu, kita tahu bahwa hampir tidak ada satupun orang yang terkena COVID-19, yang kemudian menjadi fatal artinya meninggal dunia, itu tanpa ada penyakit penyerta atau komorbidnya," ujar Muhadjir, Selasa (25/8/2020).
Hal itu dikatakan Muhadjir saat menjadi Keynote Speaker Webinar Indonesia Merdeka, Refleksi Tanggung Jawab Pemerintah dalam Penanganan COVID-19 Serta Pengendalian Tembakau dalam Pencapaian Tujuan SDG’s oleh Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) di Hotel Atria, Kota Magelang.
• Update Covid-19 Kabupaten Magelang 25 Agustus 2020, 1 Meninggal Dunia dan 4 Konfirmasi Baru
Muhadjir mengatakan, Covid-19 ini justru malah hanya sekadar pemicu dan memperparah penyakit komorbid yang dimiliki.
Penyakit penyerta itu yang membuat penyakit ini menjadi fatal.
"Justru malah COVID-19 itu, hampir bisa dipastikan hanya sekadar sebagai pemicu memperparah penyakit komorbid yang dimiliki dan kemudian komorbid itu yang membuat yang bersangkutan fatal," ujarnya.
Muhadjir mengatakan, sesuai pesan presiden, pemerintah mencanangkan kampanye besar-besaran yaitu wajib memakai masker.
Tiga protokol kesehatan yaitu memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak, yang paling prioritas adalah mengenakan masker.
Alasannya, mengenakan masker berdasarkan penelitian yang dibacanya, dapat mengurangi kemungkinan terpapar hingga 60 sampai 65 persen.
"Sehingga kalau kita bisa melakukan disiplin menggunakan masker secara baik, yang aman, yang betul-betul melindungi, itu Insya Allah kita akan bisa menekan laju COVID-19 sekarang ini. Karena tidak ada pilihan lain, selama ini belum ada obat yang bisa dipastikan bisa menyembuhkan COVID-19, sementara vaksin juga masih dalam proses," tuturnya.
Pilihan satu-satunya, kata Muhadjir adalah semua harus bersiap untuk jangka panjang beradaptasi dengan keadaan dimana COVID-19 berada di sekitar dan mesti menghindari dari ancaman.
• Daftar 35 Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang yang Telah Buka Kembali
Semua wajib memperhatikan, menaati, mematuhi protokol kesehatan terutama memakai masker ini.
"Kalau memakai masker ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sebagaimana dulu kita semula agak susah memakai helm dan sekarang sudah terbiasa memakai helm, maka Insya Allah COVID-19 ini akan bisa kita hindari semaksimal mungkin sebagaimana waktu kita menghindari kecelakaan sampai fatal dengan cara memakai helm itu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menko-pmk-perokok-dengan-komorbid-rentan-terpapar-covid-19.jpg)