Sah, Kemensos Tetapkan Kulon Progo Sebagai KwSB ke-8

Kementerian Sosial tetapkan Kabupaten Kulonprogro sebagai Kawasan Siaga Bencana (KwSB) yang ke - 8 di Indonesia.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Menteri Sosial Juliari P Batubara menyampaikan paparan saat kunjungan kerja di Kulon Progo 

Juliari menjelaskan didalam KwSB masyarakat diberikan edukasi dan simulasi bagaimana mengantisipasi jika terjadi bencana dengan tujuan agar warga tahu harus apa saat bencana melanda.

"Saat bencana terjadi, warga kawasan siaga bencana sudah benar-benar ready. Itu yang penting," jelas Juliari.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin mengatakan KSB fokus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pengembangan KSB juga memfasilitasi penyusunan Standar Pelayanan Minimal bidang Penanggulangan Bencana yang mengatur pembagian tugas dan kewenangan antara pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana.

"Dalam edukasi ini Kementerian Sosial mengembangkan Community Based Disaster Management atau Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat yang diimplementasikan dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Kampung Siaga Bencana (KSB)," kata Pepen.

KwSB yang dikembangkan Kemensos saat ini menurut Pepen memiliki jangkauan yang semakin luas. KwSB kini mencakup daerah-daerah rawan bencana yang berbatasan antar-kabupaten dan/atau antar-provinsi.

Pengembangan Peralatan dan Fasilitas Pelayanan Pengungsi

Selain mengembangkan kampung siaga bencana menjadi kawasan siaga bencana, Kemensos juga mengembang sarana dan prasarana bagi pengungsi jika terjadi bencana.

Juliari menjelaskan salah satu pengembangan fasilitas bencana yaitu tenda berjendela yang dapat dengan cepat dipasang di lokasi bencana.

"Tenda ini bisa disekat sehingga jika ada satu keluarga yang mengungsi dapat dikumpulkan menjadi satu. Disamping itu tenda ini juga bisa diperuntukan khusus bagi pengungsi yang sakit," jelas Mensos.

Disamping tenda, Kemensos juga telah membuat motor dapur lapangan yang dapat mengantarkan makanan kepada pengungsi yang tidak dapat dijangkau mobil dapur umum.

"Motor dapur umum merupakan pengembangan dan jawaban kebutuhan suplay makanan kepada pengungsi di daerah terparah atau sulit diakses," jelas bapak dua anak ini.

"Arahan Presiden Jokowi sangat jelas penanganan pangungsi jika terjadi bencana harus maksimal dan jangan sampai mereka kelaparan," lanjut Mensos.

Dalam kesempatan ini Kemensos juga memberikan bantuan kepada pemerintah kabupaten Kulonprogo dan propinsi DIY sebesar Rp.1.601.808.000 yang terdiri dari Bantuan Logistik untuk 4 Lumbung Sosial KSB sebesar @ Rp.160.059.350 dengan total Rp. 640.237.400.

Bantuan truk serbaguna 1 unit senilai Rp. 445.012.500, bantuan motor dapur umun 1 unit senilai Rp.55.608.300. Sedangkan bantuan bantuan logistik untuk propinsi DIY senilai Rp. 460.949.800. (rls)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved