Kemensos RI Aktifkan Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Kulon Progo
Kemensos RI Aktifkan 10 Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Kulon Progo
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia mengaktifkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Kulon Progo.
Pengaktifan Kampung Siaga Bencana ini dilaksanakan secara langsung oleh Menteri Sosial Juliari P Batubara bersamaan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia di Kulon Progo, Rabu (19/8/2020) siang.
Dalam kegiatan tersebut, Juliari P Batubara mengatakan, Kemensos RI selalu mengambil peran dalam segala urusan kemanusiaan.
Pengaktifan KSB ini diharapkan bisa mencegah resiko kerusakan dan meningkatkan kewaspadaan jika terjadi bencana alam.
Kulon Progo dipilih menjadi lokasi pengaktifan KSB karena kabupaten paling barat di DIY ini merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi bencana alam.
" Kemensos RI akan selalu siap untuk mendukung sepenuhnya baik pada saat ada bencana maupun tidak ada bencana,"ucapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemensos dalam mengantisipasi bencana alam adalah dengan membentuk kampung Siaga Bencana.
• Sah, Kemensos Tetapkan Kulon Progro Sebagai KwSB ke-8
Selain itu juga melaksanakan kegiatan yang berbasis komunitas.
"Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kita diuji pada semangat gotong royong dan kesetiakawanan untuk lebih bersatu mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan sendiri," ucapnya.
Oleh sebab itu, Kemensos RI mengajak seluruh komponen untuk memerangi pandemi Covid-19 secara bersama.
"Pandemi Covid-19 sudah meluluhlantakkan berbagai sendi kehidupan. Tidak hanya di sektor kesehatan, sosial dan perekonomian. Oleh sebab itu, kita tidak boleh kendor dan terlena.
Jangan beranggapan jika daerahnya tidak masuk zona merah dianggap sudah aman, justru harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin menambahkan, Program KSB oleh Kemensos telah dicanangkan sejak 2014.
Hingga tahun ini pencanangannya sudah menjangkau sebanyak 741 KSB di seluruh Indonesia.
"Di Kulon Progo ada empat kecamatan dengan 10 KSB. Keempat kecamatan itu antara lain Panjatan, Galur, Wates dan Temon," katanya.