Update Corona di DI Yogyakarta

Belum Kantongi Hasil Uji Lab, 227 Jenazah di DIY Telah Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Dari 258 janazah di DIY yang telah dimakamkan, hampir separuh lebih hasil identifikasi jenazah tersebut belum muncul.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Persiapan Tim TRC BPBD untuk pemakaman jenazah sesuai protokol Covid-19, Minggu (17/8/2020) 

Namun, ia berpedoman selama rumah sakit mengirimkan data atau keterangan terinfeksi, pemakaman akan dilakukan dengan menggunakan protokol Covid-19.

Jika melihat data tim TRC BPBD DIY, jumlah proses pemakaman menggunakan protokol Covid-19 sejak Maret hingga Agustus kali ini sebanyak 258, di mana 31 di antaranya telah dinyatakan positif Covid-19.

Endro menilai kendala selama ini tidak begitu ia rasakan.

"Karena kami bekerja sesuai laporan dari rumah sakit rujukan. Jika mereka sudah ada data dan perlu protap dalam pemakaman, kami akan kerjakan," tegas dia.

Belasan Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Dinkes Gunungkidul Belum Tergolong Kluster

Tidak Boleh Baper

Terlepas dari benar tidaknya data yang dikirimkan dari rumah sakit rujukan, para petugas pemakaman dari tim TRC BPBD ini menyimpan beban psikis yang luar biasa.

Hal itu diakui Endro ketika diwawancara.

Paling berat ketika timnya memakamkan jenazah bayi atau balita, dan anak-anak.

Tak jarang, psikis para petugas tersebut kerap kali terguncang ketika memakamkan jenazah anak-anak dan balita.

"Makanya kalau mentalnya tidak kuat, bisa mengganggu fokus diri sendiri dan berimbas kepada anggota tim lain. Itu yang sulit dijaga, soal perasaan," kata dia.

Begitu kondisi mental seorang petugas pemakaman mulai goyah, biasanya Endro mengharuskan dilakukan penggantian personel.

Persoalan psikis tersebut muncul lantaran petugas pemakaman tersebut merasa kasihan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, kebanyakan para petugas pemakaman merupakan seorang ayah.

Sudah menjadi hal wajar jika mereka lantas teringat dengan keluarga di rumah.

"Cara terbaik untuk mengendalikan psikisnya ya kami berikan arahan. Misalnya, nanti paket jenazahnya anak-anak. Tidak boleh baper dan harus fokus. Baper boleh tapi harus sesudah pemakaman selesai," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved