Update Corona di DI Yogyakarta
Belum Kantongi Hasil Uji Lab, 227 Jenazah di DIY Telah Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19
Dari 258 janazah di DIY yang telah dimakamkan, hampir separuh lebih hasil identifikasi jenazah tersebut belum muncul.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari total 258 janazah yang dimakamkan oleh tim pemakaman jenazah terinfeksi Covid-19, hampir separuh lebih hasil identifikasi jenazah tersebut belum muncul.
Tim pemakaman jenazah yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hanya menerima laporan hanya 31 jenazah yang meninggal karena dinyatakan positif Covid-19.
Itu artinya masih ada 227 jenazah yang belum diketahui apakah positif Covid-19 atau tidak.
Kabid Operasi Posdup TRC BPBD DIY, Endro Sambodo, mengungkapkan tahapan pemakaman tersebut masih mengacu pada aturan lama.
• 258 Jenazah di DIY Telah Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19
Meski peraturan baru dari Kemenkes nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 sudah diterbitkan, proses pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berjalan dengan aturan lama.
Dalam beberapa point utama disebutkan jika pemakaman jenazah terinfeksi virus dapat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Selanjutnya, janazah tidak disarankan untuk disemayamkan di rumah duka atau tempat ibadah.
Hal itu dilakukan agar menghindari penularan yang lebih massif.
Proses pemandian jenazah hanya diperbolehkan dilakukan setelah proses penyemprotan disinfektan terhadap jenazah.
"Tapi kalau di kami pemandian jenazah masih dengan proses tayamum. Masih dengan cara lama," katanya, Minggu (17/8/2020) kemarin.
Ia juga mengungkapkan, sejauh ini masih banyak jenazah yang belum teridentifikasi terinfeksi Covid-19 namun dimakamkan dengan protokol ketat.
• COVID-19 di Gunungkidul Melonjak, Kasus dari Destinasi Wisata Masih Nihil
Misalnya, lanjut Endro, satu jenazah dengan hanya terdapat keterangan terinfeksi, namun itu belum diketahui secara pasti apakah jenazah tersebut termasuk positif Covid-19 atau tidak.
"Yang seperti itu kami makamkan dengan protokol Covid-19. Kalau hasilnya negatif sejak awal berdasarkan hasil Swab, tentu tidak dijalankan protokol saat pemakaman," ungkap dia.
Endro belum memastikan, apakah jumlah meninggal sejak Maret hingga saat ini merupakan angka kematian yang wajar setiap tahunnya di DIY atau tidak.