Yogyakarta
M Dwi Marianto dan Joseph Wiyono Gelar Pameran Daring Sketsa Zig Zag
M Dwi Marianto dan Joseph Wiyono membuat belasan karya sketsa yang menghadirkan sisi romantisme Yogyakarta dan sosok orang di sekeliling mereka.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tetap berkarya untuk kemudian berusaha mengaktualisasikannya dalam sebuah pameran daring adalah usaha yang dilakukan para seniman di masa pandemi ini.
Belum lama ini, dua perupa yang dikenal piawai dalam seni sketsa menggelar pameran sketsa online bertajuk Zig Zag.
M. Dwi Marianto dan Joseph Wiyono membuat belasan karya sketsa yang menghadirkan sisi romantisme Yogyakarta dan sosok sosok orang orang di sekeliling mereka.
Dwi menuturkan, Zig Zag sebagai konsep dalam pameran ini adalah respon dan resonansi dari kezigzagan begitu dua perupa ini menyebut untuk situasi terkini yang mau tidak mau menjadi keniscayaan cara mempertahankan keberlangsungan berbagai aspek hidup.
• Museum Sonobudoyo Gelar Pameran Perak Rajata, Koleksi Tertua Sejak 1935
"Zig zag ini menjadi cara menginterpretasi bagaimana mendayagunakan waktu dan kesempatan di kesibukan jam kantor untuk berzigzag dengan waktu dan garis masing masing untuk menghasilkan karya sketsa," terang Joseph.
Sementara itu, Dwi menuturkan, bentuk pameran ini tetap menghadirkan bentuk formal manual dan virtual.
Format manualnya tetap dengan cara memajang karya di galeri dengan mengadopsi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
"Format pameran virtual dilaksanakan dalam bentuk tayangan digital melalui platform media sosial dan forum digital lainnya. Ini menjadi cara kami seniman untuk tetap berkarya," kata Dwi.
Menyertai pameran, sebagai side event adalah acara webinar ataupun zoominar dan acara mensketsa bersama secara live yang melibatkan seniman sketsa maupun partisipan yang undangan atau yang mendaftar dari berbagai tempat masing masing.
• Museum Sonobudoyo Yogyakarta Gelar Pameran Perak
Bila menyimak karya Dwi dan Joseph kita bakal disuguhi suasana sudut sudut kota Yogyakarta selama masa pendemi ini.
Misalnya pada karya Dwi berjudul Malioboro In The Time of Covid 19. Dwi menangkap momen suasana ujung Utara Jalan Malioboro yang nampak lengang.
Di karya lain, Joseph menghadirkan suasana Pasar Hewan dan Tanaman Yogyakarta, suasana Malam Kotagede dan suasana pembagian makan siang di kampus ISI Yogyakarta.
Selain itu, Dwi juga menangkap momen suasana di Candi Borobudur dan momen sehari hari, satu di antaranya seorang tukang becak tengah menunggu penumpangnya.
• Pameran Tematik Kolaboratif ‘Jaring Arthropoda’ Digelar di Halaman Museum Benteng Vredeburg
Beda Karakter Satu Visi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/m-dwi-marianto-dan-joseph-wiyono-gelar-pameran-daring-sketsa-zig-zag.jpg)