Breaking News:

Jawa

Pengembangan KSPN Borobudur Diusulkan dengan Konsep Segitiga Emas

Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur diusulkan menggunakan konsep segitiga emas. Segitiga emas ini menjabarkan pengemba

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Suasana saat pembukaan kembali Candi Borobudur pada 26 Juni 2020 lalu 

"Kemudian pengembangan ekonomi, lebih luas. Itulah ada segitigas emas mezo. Bagaimana dari palbapang, borobudur, blondo ke palbapang. Sebetulnya juga segitiga mezo. Segitiga emas makro, bagaimana dari jogja, semarang, kulonprogo lewat borobudur," kata Sugiyono.

Sebagaimana surat yang dibuat pada 24 September 2019 lalu tentang materi usulan konsultasi publik rencana aksi tahun anggaran 2020-2025, program pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan ITMP Borobudur Yogyakarta-Prambanan.

Surat tersebut dikirim ke Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR.

Sentra Kerajinan Makanan Borobudur Dibuka, Diberlakukan Ganjil Genap

"Ini konsepnya hampir sama dengan ke wapres. Sama yang kita usulkan, konsep pembangunan KSPN Borobudur, dalam penyedian amenitas dan aksesibilitas dalam konsep tiga segitiga emas. Kedua adalah, kita usulkan candi borobudur dan sekitar harus dijaga sebagai kawasan cagar budaya nasional dan warisan budaya dunia," tutur Sugiyono.

Pihaknya juga telah menyampaikan ke Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR, soal pengembangan penginapan dan perhotelan di kawasan Borobudur.

Begitu juga usulan untuk membentuk Badan Pengelola Kawasan Borobudur, yang akan mengelola kawasan ini lebih rinci lagi ke depan.

"Kita sampaikan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah untuk mengusulkan segera dibentuk Badan Pengelola kawasan borobudur yang sesuai amanat pasal 42 Perpres 58 tahun 2014, karena di dalam pasal 42 tersebut, bahwa pengelola kawasan borobudur, dilaksanakan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pem di bidang kebudayaan, menteri, lembaga terkait, gubernur, bupati dan badan lembaga sesuai kewenangannya," ujar Giyono.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved