Breaking News:

Update Corona di Klaten

Bantu Ekonomi Warga Sekitar, Puskesmas Gantiwarno Klaten Buka Stand Jamu

Program ini telah dilakukan sejak awal tahun 2020 lalu, namun sempat terhenti karena merebaknya Covid-19.

istimewa
Penampakan Stand jamu de' jagansa yang berada di ruang tunggu Puskesmas Gantiwarno, Klaten. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Beragam cara dilakukan oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat selama merebaknya pandemi Covid-19 ini.

Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Gantiwarno, Kabupaten Klaten yang bersedia membuka stand jamu di puskesmas itu.

Hal itu dilakukan demi menggerakkan perekonomian warga sekitar yang biasa membuat jamu dan juga mengajak warga untuk kembali mengkonsumsi minuman herbal itu.

Stand jamu di Puskesmas itu diberi nama de' Jagansa yang merupakan akronim dari "dengan Jamu Gantiwarno sehat".

Update Corona di Klaten 11 Agustus 2020, Tambahan 5 Kasus Positif baru dan 2 Sembuh

Program ini telah dilakukan sejak awal tahun 2020 lalu, namun sempat terhenti karena merebaknya Covid-19.

Memasuki awal Agustus 2020, de' Jagansa diluncurkan kembali di Puskesmas itu.

Program ini untuk membantu perekonomian warga sekitar terkhusus para pembuat jamu.

"Kami mengkampanyekan jamu karena masih relevan dikonsumsi saat ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Melalui jamu, masyarakat diharapkan selalu sehat," ujar Kepala Puskesmas Gantiwarno, Ahmad Budoli, saat ditemui di kantornya, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, ada beragam jamu yang dijual di stand de' jagansa seperti jamu kunir asem, jamu beras kencur, jamu temulawak, jamu kunci sirih hingga jamu pahitan.

Bupati Klaten Salurkan BLT DD Tahap III di 5 Desa di Kecamatan Bayat

Untuk harga, dijual dengan harga yang cukup terjangkau, paling murah Rp2.000 per gelas hingga Rp6.000 per botol.

Sementara, Penjabat (Pj) Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Gantiwarno, Anita Nuke, menambahkan jika jamu de" jagansa itu proses pembuatannya dipantau langsung oleh pihaknya.

Hal itu guna memastikan proses pembuatan jamu berlangsung baik.

"Jamu yang dijual di sini layak konsumsi karena kami memantau dari pengolahan hingga pengemasan. Ke depan, kami akan terus mengembangkan program ini," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved