Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Kering
Selain vagina kering, perubahan yang disebabkan penurunan hormon estrogen tersebut juga bisa membuat vagina lebih tipis dan kurang elastis.
"Sebanyak sepertiga wanita mengalami vagina kering menjelang dan setelah menopause"
TRIBUNJOGJA.COM - Dinding bagian dalam vagina biasanya lembab atau terlumasi dengan lapisan cairan bening.
Vagina bisa tetap lembab atau terlumasi, elastis, dan sehat berkat peran hormon estrogen.
Namun, beberapa kondisi bisa membuat produksi hormon estrogen menurun. Salah satu dampaknya, muncul masalah vagina kering.
Melansir Healthline, berkurangnya kelembaban vagina bisa menimbulkan rasa tak nyaman di area intim dan panggul wanita.
Selain itu, pemilik vagina kering juga bisa merasakan:
-Rasa panas di vagina
-Tidak berminat pada seks
-Sakit saat berhubungan seksual
-Pendarahan ringan setelah berhubungan seksual
- Nyeri pada vagina Infeksi saluran kencing berulang
- Vagina terasa perih dan gatal Vagina kering merupakan kondisi yang banyak dialami wanita.
Berikut penjelasan penyebab vagina kering dan cara mengatasinya.
Dilansir dari WebMD, vagina kering umumnya bagian dari gejala menopause.
Sebanyak sepertiga wanita mengalami vagina kering menjelang dan setelah menopause.
• Tak Perlu Operasi Plastik, Ini 7 Cara Alami Agar Vagina Tetap Kencang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-serviks.jpg)