Breaking News:

Bisnis

Chocolate Monggo Gunakan Telur dari Peternakan Bebas Kerangkeng

Komitmen ini menandai langkah besar Chocolate Monggo dalam memperhatikan kesejahteraan hewan ternak.

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
www.chocolatemonggo.com
logo Chocolate Monggo 

TRIBUNJOGJA.COM - Chocolate Monggo, perusahaan coklat asal Yogyakarta telah mengumumkan bahwa mulai Juli 2020 mereka hanya menggunakan 100% telur yang berasal dari peternakan bebas kerangkeng untuk bahan membuat kue dan cookies.

Marketing Manager Chocolate Monggo, Steffen Hitscher menjelaskan, sejak dirintis di awal tahun 2000, Chocolate Monggo selalu mewujudkan visi dan nilai-nilai yang melampaui zaman, seperti komitmen pada penggunaan bahan-bahan lokal dan organik yang kini mulai populer.

"Kami bekerja sama dengan peternak lokal di Yogyakarta sebagai pemasok telur organik dan bebas kerangkeng, tentunya kami gunakan untuk bahan membuat kue dan cookies," ujarnya, Kamis (6/8/2020).

Disebutnya, ayam yang dibiarkan bebas di lahan terbuka, mempunyai kualitas hidup yang lebih baik, dan menghasilkan telur yang baik juga.

Chocolate Monggo Kampanyekan Lebih Asik, Tanpa Plastik!

Selain itu, ayam-ayam tersebut mempunyai kemungkinan kecil untuk membawa penyakit karena mereka tidak dikurung dan berdesakan dalam kerangkeng di satu tempat besar.

Komitmen ini menandai langkah besar Chocolate Monggo dalam memperhatikan kesejahteraan hewan ternak, dan meningkatkan reputasinya sebagai merk cokelat asal Indonesia yang mengedepankan welas asih dan fokus pada bahan-bahan alami.

"Sebelum menyatakan komitmen ini, Chocolate Monggo sudah menerapkan nilai-nilai welas asih pada hewan. Mayoritas produk cokelat yang dikeluarkan Chocolate Monggo adalah vegan," imbuhnya.

Selain mendukung peternak ayam petelur organik dan bebas kerangkeng, Chocolate Monggo juga mendukung petani kakao lokal untuk mengalihkan ke budidaya kakao organik dan berkualitas tinggi.

Sementara itu, Among Prakosa, Juru Kampanye Animal Friends Jogja (AFJ) mengungkapkan, komitmen Chocolate Monggo menunjukkan bahwa kepedulian pada hewan yang hidup di peternakan ini merupakan nilai yang integral dengan kepedulian pada lingkungan.  

Ia menerangkan, sistem kerangkeng, atau dikenal dengan kandang baterai, adalah neraka kehidupan bagi ayam di peternakan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved