Breaking News:

Kota Yogyakarta

DLH Kota Yogya Lakukan Uji Kualitas Udara di Ruang Publik

Pemkot Yogyakarta kembali melakukan pengujian kualitas udara di titik padat kendaraan bermotor. Kali ini, pada Selasa (4/8/2020), lokasi yang dipilih

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
UJI KUALITAS UDARA. Petugas dari UPT Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan Dinas LIngkungan Hidup Kota Yogyakarta melakukan uji kualitas udara di simpang empat Tugu, Kota Yogyakarta, Selasa (4/8/2020). Pengujian yang mengukur suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin dan tingkat kebisingan tersebut untuk mengetahui kualitas udara perkotaan yang dilakukan setahun dua kali. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali melakukan pengujian kualitas udara di titik padat kendaraan bermotor. Kali ini, pada Selasa (4/8/2020), lokasi yang dipilih ialah sekitaran Tugu Pal Putih Yogyakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakannya di sejumlah ruang publik.

Dengan begitu, kualitas udara di area padat kendaraan pun senantiasa terpantau.

"Lokasi pengujiannya berbeda-beda, kita menyasar titik keramaian, biasanya di sekitaran Tugu, hingga Malioboro, paling tidak dilakukan satu bulan sekali," katanya.

Kualitas Udara di Yogya Meningkat Selama Pandemi, pH Air Hujan Mendekati Air Murni

Walau begitu, Suyana mengungkapkan, sampai sejauh ini, pihaknya belum bisa memaparkan hasil pengujian kualitas udara tersebut, lantaran masih diproses di laboratorium.

Kemungkinan, hasilnya keluar satu pekan ke depan.

"Tapi, berdasarkan pengujian sebelumnya, skalanya masih cukup jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan di SK (Surat Keputusan) Gubernur DIY," terangnya.

Ia pun menjelaskan, kualitas udara Kota Yogyakarta setiap harinya masih terbilang sangat layak.

Hal tersebut, selaras dengan data yang diperolehnya dari hasil pemantauan di kantor dengan Air Quality Monitoring System (AQMS).

Penjelasan Pakar Iklim Fakultas Geografi UGM Terkait Fenomena Udara Dingin Akhir-akhir Ini

"Pengujian di ruang publik publik dilakukan karena kita ingin mendetailkan, untuk mendeteksi area dengan trafik yang tinggi. Sebab, pengujian di kantor itu kan meliputi seluruh wilayah Yogyakarta," ucapnya.

"Sampai sejauh ini, rata-rata di Kota Yogyakarta sekarang masih berada di bawah ambang batas, termasuk di titik-titik ramai sekalipun," pungkas Suyana. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved