Yogyakarta

Sultan Titip 'Kursi Panas' kepada 10 Eselon yang Dilantik

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik 10 pejabat eselon II yang mengisi beberapa jabatan yang selama ini dipegang oleh Pelaksana Tugas at

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X memberikan selamat kepada pejabat Eselon II yang baru dilantik, Senin (3/8/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik 10 pejabat eselon II yang mengisi beberapa jabatan yang selama ini dipegang oleh Pelaksana Tugas atau PLT, di Gedung Pracimasana, Senin (3/8/2020).

Dalam sambutannya, Sultan mengatakan bahwa persiapan regenerasi ke depan diperlukan mengingat pada 2020 banyak terdapat Eselon II yang akan pensiun.

"Ini saatnya bagi yang muda yang berprestasi untuk unjuk kerja memberdayakan potensi," ucapnya.

Ngarsa Dalem juga menitipkan pesan terhadap semua pejabat terlantik agar siap memperluas wawasan dengan quick learning untuk melanjutkan tugas, fungsi, dan program pendahulunya.

Jumlah Kasus Baru Covid-19 di DIY Masih Naik-Turun, Sri Sultan HB : Mungkin Nggak Ada Peaknya

"Secara umum saya pesankan agar semuanya jangan merasa sudah berada di zona nyaman, tetapi agar dirasakan bahwa jabatannya seperti duduk di kursi panas di mana persoalan menjadi tantangan," urainya.

Sultan menitipkan pesan kepada masing-masing Kepala OPD, Wakil Kepala OPD, dan Staf Ahli yang dilantik pada kesempatan tersebut.

Kepada Kepala Bappeda DIY ia meminta agar membuat kebijakan yang teknokratis.

"Perencanaan adalah hulu yang menuntukan sukses di hilir. Perencanaan harus dilandasi oleh sense of crisis untuk meminimalisasi dampak Covid-19 yang juga harus dilakukan oleh OPD yang lain," tutur Sultan.

Selanjutnya, Paniradya Kaistimewaan disebut tidak hanya bersinergi dengan Kundha Kabudayaan atau Dinas Kebudayaan, tapi juga dengan Dinsos dan Disnakertrans untuk bansos baik bagi seniman dan pekerja.

"Anggaran bisa dilalokasikan melalui danais dalam bentuk subsidi recovery dampak Covid-19. Selain itu Disankertans harus konsen pada program kompetensi sertifikasi, dan rekrutmen dari Komite Vokasi dan  Produktivitas guna mendukung program strategi nasional," ucapnya.

Sultan pun menyinggung mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berada di bawah naungan Disdikpora DIY.

BREAKING NEWS : Sultan Lantik 10 Pejabat Eselon II di DIY

"Diskdikpora harus memetakan blank spot area. Perlu pendekatan dengan provider internet agar siap membantu perluasan jaringan, berikut kuota gratis bagi siswa miskin. Mendayagunakan media audio visual TVRI untuk tayangan mata ajar dan Kantor Pos untuk pengiriman materi ajar dan pengiriman soal jawaban," pesannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan bahwa pihaknya melakukan perbaikan pelaksanaan PJJ, salah satunya memperbaiki blank spot yang ada di 49 titik.

"PJJ kita kembangkan terus. Sekarang yang jadi masalah bagaimana kendala terkait dengan kuota. Selama ini pakai dana BOS. Kalaupun sampai Desember, anak-anak (diapstikan) tidak terkendala kuota khususnya SMK, SMA, SLB. SLB rata-rata guru kunjungan," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved