Bisnis
Harga Sepeda Masih Tinggi, Penjual Tak Berani Stok
Meningkatnya harga sepeda yang cukup signifikan ternyata membuat para penjual sepeda malah tak berani untuk stok banyak.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Terhitung dari Mei 2020, sejak pertama kali berjualan hingga Juli 2020 ini. Ia mampu menjual sebanyak 100 unit sepeda secara daring.
Pasarnya pun, tak hanya pembeli dari wilayah Yogyakarta. Namun, dari daerah lain seperti Surabaya, Solo, Magelang, hingga Jakarta pun ada.
"Kalau sepeda yang saya jual, rata-rata jenis yang rare. Harganya pun berkisar mulai Rp6 juta hingga Rp11 juta.Tetapi, tetap menyediakan sepeda seharga Rp2 juta namun tidak banyak," terangnya.
Gramantara menuturkan, biasanya jenis sepeda yang dicari pelanggannya yang eksklusif atau limited edition seperti Polygon Xtrada 6 yang dibanderol hingga Rp8,5 juta per unit. Lalu Polygon Xtrada 5 diharga sekitar Rp7,3 juta per unitnya.
• Komisi C DPRD DIY Dukung Dua Opsi Pembangunan Jalur Pesepeda dalam Pembentukan Regulasi
Tak hanya itu, untuk jenis sepeda lipat (folding bike) biasanya yang dicari tipe Elemen Troy yang dihargai paling murah senilai Rp8,7 juta per unitnya. Sedangkan, untuk jenis lainnya yaitu folding bike element Pikes Gen 2 yang diharga sebesar Rp11 juta per sepeda.
"Untuk persediaannya didapat dari banyak tempat, ada yang dari wilayah Yogyakarta, Muntilan hingga Solo. Awalnya, yang dijual sepeda bekas namun karena peminat sepeda baru juga banyak, jadi keduanya pun disediakan," ungkapnya.
Kebanyakan pangsa pasarnya didominasi dari keluarga dan kaum milenial.
Sementara itu, kata Gramantara, untuk tren sepeda sepertinya masih tinggi, dilihat masih banyaknya permintaan. Hanya saja, memang persedian sepeda yang mulai terbatas.
"Sekarang kalau mencari stok di toko sepeda sudah sulit sekali. Apalagi untuk jenis sepeda yang lumayan langka.Jadi, harus rajin mengecek ketersediaan di toko sepeda yang ada agar tak kehabisan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)