Bisnis
Harga Sepeda Masih Tinggi, Penjual Tak Berani Stok
Meningkatnya harga sepeda yang cukup signifikan ternyata membuat para penjual sepeda malah tak berani untuk stok banyak.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meningkatnya harga sepeda yang cukup signifikan ternyata membuat para penjual sepeda malah tak berani untuk stok banyak.
Seorang pegawai toko sepeda di jalan Katamso, kota Yogyakarta, Sukirno (45) mengatakan, tokonya tak lagi mengambil stok sepeda dari produsen sejak harga sepeda terus melambung.
"Sudah hampir satu bulan, tak ambil stok sepeda baru dari produsen. Soalnya, harganya terlalu tinggi jadi hanya menghabiskan persediaan yang lama saja," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Senin (03/08/2020).
Menurut Sukirno, naiknya harga sepeda terlalu tinggi bahkan bisa mencapai 100 kali lipat dibandingkan harga sebelumnya.
Padahal, jenis sepeda dan bahan utamanya sama, tak ada yang berubah.
• Spesifiksi dan Harga Sepeda Polygon Helios LT9X, Siap Gaspol di Jalanan
"Harga sepeda semuanya naik, seperti sepeda gunung (MTB) merek Pasific dulunya hanya berkisar Rp1,3 juta per unitnya sekarang sudah dibanderol hingga Rp2,2 juta untuk per satu sepedanya," terangnya.
Tak hanya itu, rata-rata merek sepeda yang lain pun mengalami kenaikan yang sama. Saat ini, untuk harga sepeda dikisaran Rp1juta sudah sulit ditemukan.
Sementara itu, untuk jenis sepeda lipat (folding bike) pun turut mengalami kenaikan yang sama.
"Sepeda folding bike ini, jenis yang paling dicari oleh masyarakat. Sebelum harga naik seperti ini, folding bike masih ditemui seharga Rp1 jutaan. Sekarang, untuk mendapatkan jenis sepeda yang sama, minimal budget senilai Rp1,7 jutaan," tuturnya.
Sukirno menjelaskan, dengan naiknya harga sepeda yang terlalu tinggi diharapkan masyarakat untuk tidak latah membeli sepeda.
"Ya, kalau tidak begitu dibutuhkan sebaiknya menunggu hingga harga normal kembali. Ini saja masih terus kami pantau kalau harganya tetap tinggi maka untuk stok lagi mungkin akan ditahan dulu," ujarnya.
• Harga dan Spesifikasi Sepeda MTB Pacific Foster 5.0, Siap-siap Bikin Kantong Jebol!
Sementara itu, penjual sepeda dadakan secara daring malah memanfaatkan peluang dengan berniaga melalui pemasaran digital.
Satu diantaranya, Gramantara (35) mengaku, berjualan sepeda secara daring melalui e- commerce dan Facebook digelutinya sejak dua bulan terakhir ini.
"Ketika tren sepeda mulai naik, mulai lah mencoba keuntungan dengan berjualan online. Ternyata, peminat pasar sepeda cukup luas," ujarnya.