Human Interest Story

Masker Lurik Murah Beromzet Jutaan Rupiah, Hasil Tangan Dingin Dea Si Mahasiswi Semester Akhir

Ketika skripsi jalan di tempat karena kondisi pandemi, waktu yang ada dimanfaatkan Silviana Dea Rivani untuk memproduksi sendiri dan menjual masker lu

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Silviana Dea Rivani, mahasiswi semester akhir yang memproduksi dan menjual 400 masker per minggu 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketika skripsi jalan di tempat karena kondisi pandemi, waktu yang ada dimanfaatkan Silviana Dea Rivani untuk memproduksi sendiri dan menjual masker lurik.

Tak kurang dari 400 masker berhasil ia jual per minggunya.

Sudah jadi rahasia umum bahwa semenjak Covid-19 melanda dunia, banyak penyesuaian tatanan kehidupan baru yang dilakukan.

Tak terkecuali dengan sistem pembelajaran yang akhirnya dilakukan jarak jauh secara daring.

Namun tidak semua berjalan lancar, awalnya. Setidaknya itu yang dirasakan mahasiswi tingkat akhir Pendidikan Teknik Busana UNY bernama Silviana Dea Rivani.

Penelitian di sekolah untuk kebutuhan skripsinya pun harus mandeg di saat pandemi mulai terdeteksi di DIY.

Dosen pembimbingnya yang sudah senior saat itu belum bisa melayani bimbingan mahasiswa.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Imbau Mahasiswa dari Luar Daerah Bisa Datang Sejak Agustus, Ini Alasannya

Namun Dea, yang sebelumnya juga sudah memiliki jiwa entrepreneurship memilih untuk memulai bisnis masker di pertengahan Maret 2020.

Bermodal uang Rp 300ribu, ia membeli beberapa kain meteran dengan beragam motif.

Halaman
1234
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved