Gunungkidul

Langgar Protokol Kesehatan, Warga Gunungkidul Bisa Dikenakan Sanksi hingga Denda

Kabag Biro Hukum Setda Gunungkidul Muhammad Miksan mengatakan ada sanksi hingga denda yang diterapkan dalam rancangan Perbup tersebut.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul saat ini tengah mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Aturan diperlukan untuk menjamin berjalannya protokol kesehatan.

Kabag Biro Hukum Setda Gunungkidul Muhammad Miksan mengatakan ada sanksi hingga denda yang diterapkan dalam rancangan Perbup tersebut.

"Sanksinya bermacam-macam, mulai dari teguran, hukuman membersihkan fasilitas umum, hingga denda maksimal," kata Miksan dihubungi pada Kamis (30/07/2020).

Peta Sebaran 15 Kasus Baru Covid-19 DI Yogyakarta: Bantul Sleman Gunungkidul dan Kulonprogo

Menurut Miksan, sanksi dan denda diperlukan untuk memastikan seluruh warga Gunungkidul mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini demi mencegah dan meminimalisir kasus positif COVID-19.

Salah satu contoh penerapan aturannya adalah denda maksimal Rp 100 ribu, bagi warga yang tidak mengenakan masker saat berada di tempat umum.

Tim pengawal penegakan hukum pun rencananya akan dibentuk.

"Tujuannya untuk mengawasi masyarakat dan memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar. Ini upaya represif," jelas Miksan.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved