Update Corona di DI Yogyakarta

Pemkab Sleman Menunggu Izin dari Kemendagri Agar Bisa Selenggarakan Pilkades

Pemkab sudah memundurkan pelaksanaan Pilkades karena pandemi Covid-19, dari sebelumnya 29 Maret mundur menjadi 30 Agustus mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Persiapan untuk pelaksanaan Pilkades Kabupaten Sleman sudah hampir final.

Namun hingga kini izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum juga turun.

Adapun Pemkab sudah memundurkan pelaksanaan Pilkades karena pandemi Covid-19, dari sebelumnya 29 Maret mundur menjadi 30 Agustus mendatang.

Terkait hal tersebut, Pemkab pun mengajukan surat permohonan rencana pelaksanaan Pilkades di Era Kenormalan Baru ke Kemendagri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman Budiharjo mengatakan Pemkab masih menunggu izin dari Mendagri untuk melaksanakan Pilkades.

Pemkab Sleman Meniadakan Malam Tirakatan untuk Mencegah Kerumunan

Ia menjelaskan, pengundian nomor urut calon sudah terlaksana dan sertifikasi tim  teknis sudah diselesaikan.

Dan kini, tahapan Pilkades hanya tersisa kampanye dialogis oleh masing-masing calon.  

"Saya tidak berani berandai-andai (jika pelaksanaan Pilkades kembali diundur)," ujarnya.

DPMD mengajukan tambahan anggaran untuk Pilkades sebesar Rp5,1 miliar. Dengan asumsi jika rapid test untuk petugas cadangan dan KPPS disetujui tim anggaran. 

"Kalau tidak disetujui Rp5,1 Miliar, nanti dikurangi Rp 700 jutaan. Sebelum tambahan (APBD murni ) anggaran Pilkades Rp9,6 miliar. Jika anggaran tambahan disetujui maka total biaya Pilkades dianggarakan Rp14,7 miliar,"  bebernya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 28 Juli 2020, Tambahan 15 Kasus Positif Baru

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkades akan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh petugas yang terlibat pelaksanaan Pilkades mulai PPS, KPPS, Tenaga Teknis Lapangan (TTL) Tim Teknis Utama (TTU) akan dilakukan rapid test terlebih dulu.

"Sebelum Pilkades digelar para petugas akan menjalani rapid test. Jumlahnya kan tidak sedikit. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kesehatan sehingga yang datang merasa aman," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu sudah disiapkan dan kini  hanya tinggal pelaksanaan saja.

"Sebelum Pilkada, insyaallah Pilkades sudah bisa digelar. Instrumen dan persiapan di lapangan sudah selesai," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved