Kim Jong Un Berdalih Senjata Nuklir Justru Mencegah Perang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tidak akan ada perang lagi, karena senjata nuklir negara itu menjamin keselamatan dan masa depannya.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AFP/KCNA VIA KNS
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. 

Sementara menurut lembaga itu, Amerika Serikat (AS) menurunkan persenjataan besarnya dari 6.185 hulu ledak menjadi 5.800, sementara Rusia mengurangi dari 6.500 menjadi 6.375.

Laporan itu mengatakan bahwa, secara keseluruhan, persediaan senjata nuklir di seluruh dunia turun sekitar 465 hulu ledak selama setahun terakhir, menjadi 13.400.

"Penurunan jumlah keseluruhan senjata nuklir di dunia pada tahun 2019 sebagian besar disebabkan oleh pembongkaran senjata nuklir pensiunan oleh Rusia dan AS, yang bersama-sama masih memiliki lebih dari 90 persen senjata nuklir global," katanya.

Namun, disebutkan bahwa kedua negara itu memiliki program yang luas dan mahal yang sedang berlangsung untuk mengganti dan memodernisasi hulu ledak nuklir mereka, sistem pengiriman rudal dan pesawat terbang, dan fasilitas produksi senjata nuklir.

"Kedua negara juga telah memberikan peran baru atau diperluas untuk senjata nuklir dalam rencana dan doktrin militer mereka, yang menandai pembalikan signifikan dari tren pasca-Perang Dingin menuju marginalisasi senjata nuklir secara bertahap," tambahnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved